Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

IHSG Hari Ini Dibuka Anjlok 5 Persen Lebih

Nofilawati Anisa • Senin, 9 Maret 2026 | 13:06 WIB

ILUSTRASI: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
ILUSTRASI: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

RADAR SURABAYA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/3), dibuka melemah 5,35 persen ke posisi 7.179,69.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 22,31 poin atau 2,87 persen ke posisi 753,74.

IHSG bergerak turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia akibat melonjaknya harga minyak di tingkat global.

“Kiwoom Research mengingatkan para investor volatilitas masih akan tinggi pada pekan ini, dengan risiko konsolidasi lanjutan. Perbanyak sikap wait and see sambil memperhatikan sentimen global,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin (9/3).

Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran telah meluas ke berbagai wilayah dan meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Investor pun beralih ke aset aman dan likuiditas, yang mendorong USD menguat, sementara saham dan aset berisiko mengalami tekanan.

Ketidakpastian meningkat setelah Iran menunjuk Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi yang tewas, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai Supreme Leader baru.

Penunjukan figur yang dikenal dekat dengan kelompok hardliner tersebut memperkuat persepsi bahwa Iran kemungkinan tidak akan segera melunak dalam konflik dengan AS dan Israel, sehingga meningkatkan risiko eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Harga minyak melonjak tajam akibat eskalasi konflik dan gangguan pelayaran di Selat Hormuz.

Pada pukul 07.50 WIB, harga minyak Crude Oil WTI naik 20,81 persen ke level USD 109,82 per barel dan Brent Oil naik 18,17 persen menjadi USD 109,53 per barel.

“Lonjakan harga energi meningkatkan risiko inflasi global serta dapat menekan pertumbuhan ekonomi melalui kenaikan harga bahan bakar dan biaya produksi. Beberapa produsen energi Timur Tengah mulai mengurangi produksi akibat gangguan rantai pasok,” ujar Liza. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#indeks harga saham gabungan (ihsg) #Bursa Efek Indonesia #ihsg anjlok 5 persen lebih #harga minyak #pelemahan bursa