Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Manfaatkan LinkUMKM BRI, NM Kitchen Perluas Pasar dan Perkuat Usaha

Muhammad Firman Syah • Selasa, 20 Januari 2026 | 16:43 WIB
Penjualan NM Kitchen saat ini dijalankan secara daring melalui WhatsApp dan Instagram.
Penjualan NM Kitchen saat ini dijalankan secara daring melalui WhatsApp dan Instagram.

 

Surabaya - Usaha makanan ringan NM Kitchen yang berlokasi di Jakarta Selatan terus menunjukkan penguatan kapasitas usaha setelah memanfaatkan ekosistem pemberdayaan UMKM yang disediakan melalui platform LinkUMKM. Dirintis sejak 2006, NM Kitchen mengandalkan resep keluarga dan konsistensi kualitas sebagai fondasi utama pengembangan usaha.

Pemilik NM Kitchen, Natalia Mutiara, menjelaskan bahwa usaha tersebut awalnya dijalankan oleh sang ibu, sebelum akhirnya ia mengambil alih secara penuh pada 2020 seiring perubahan kondisi ekonomi dan tantangan pandemi Covid-19.

“Awalnya usaha ini dimulai dari usaha milik ibu saya pada tahun 2006. Saat itu, saya membantu dengan menawarkan kue buatan ibu ke teman-teman kerja. Kemudian, saat pandemi Covid-19 di tahun 2020, saya mulai melanjutkan usaha ini sepenuhnya. Karena kondisi yang mengharuskan semua orang di rumah dan kebutuhan ekonomi yang mendesak, saya memutuskan untuk berjualan sendiri,” ujar Natalia.

Produk NM Kitchen meliputi nastar, kastengel, cheesecake, brownies, donat, puding, hingga beragam camilan lainnya. Proses produksi dilakukan secara mandiri dengan penggunaan bahan segar untuk menjaga konsistensi rasa, sementara standar produksi diterapkan pada setiap pesanan guna memastikan kualitas dan layanan tetap terjaga.

Dalam upaya pengembangan usaha, Natalia memanfaatkan sebagai sumber pembelajaran dan pendampingan. Platform digital ini dirancang sebagai ekosistem pemberdayaan UMKM yang mendukung proses naik kelas usaha melalui pendekatan sistematis dan berkelanjutan, termasuk pemanfaatan teknologi dan data.

LinkUMKM menyediakan berbagai fitur penguatan kapasitas, mulai dari Self Assessment Naik Kelas, UMKM Smart, Coaching Clinic, Etalase Digital, hingga komunitas dan kanal media. Didukung ratusan modul pelatihan daring dan luring serta terhubung dengan jaringan Rumah BUMN, ekosistem ini memberi rujukan pembelajaran yang aplikatif bagi pelaku usaha.

Natalia mengaku pertama kali mengenal LinkUMKM saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Jakarta. Dari kegiatan tersebut, ia mulai aktif memanfaatkan modul pembelajaran, khususnya terkait manajemen pemasaran, untuk diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

“Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Jakarta. Saat itu, ada sesi sosialisasi tentang platform LinkUMKM yang membantu pelaku usaha untuk belajar dan mengembangkan bisnis. Dari sana saya mulai tertarik untuk bergabung dan saya lebih menyempatkan diri untuk membaca modul-modul pembelajaran di LinkUMKM,” ungkap Natalia.

Penjualan NM Kitchen saat ini dijalankan secara daring melalui WhatsApp dan Instagram, baik untuk menerima pesanan maupun berinteraksi langsung dengan pelanggan. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menjaga kedekatan dengan konsumen sekaligus menyesuaikan pola belanja digital masyarakat.

Sementara itu, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa LinkUMKM merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperkuat kompetensi dan daya saing UMKM secara berkelanjutan.

“LinkUMKM dirancang untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha melalui pembelajaran yang aplikatif, pendampingan, dan akses pengembangan pasar. NM Kitchen menjadi bukti bahwa ekosistem pembelajaran dan pendampingan yang tepat dapat mempercepat penguatan kapasitas usaha hingga naik kelas. BRI akan terus memperkuat UMKM agar semakin tangguh, inklusif, dan siap naik kelas sebagai penggerak ekonomi nasional,” pungkas Akhmad.

Editor : M Firman Syah
#BRI #umkm #LINK #BBRI