Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bangkit di Masa Pandemi, Batik Canting Asasi Binaan BRI Kini Mendunia

Muhammad Firman Syah • Jumat, 19 Desember 2025 | 00:35 WIB
Batik Canting Asasi dikenal tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi juga secara nasional.
Batik Canting Asasi dikenal tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi juga secara nasional.

PADANG PANJANG – Pandemi Covid-19 yang sempat melumpuhkan denyut ekonomi justru menjadi titik balik bagi Rita Nova Omala. Dari keterbatasan ruang gerak dan modal yang minim, perempuan asal Padang Panjang, Sumatera Barat, itu merintis usaha batik yang kini menembus pasar internasional.

Bermodal kain hanya 10 meter, Rita memulai Batik Canting Asasi pada November 2021. Dari kain tersebut, ia membuat tiga potong pakaian, menjualnya, lalu memutar kembali hasil penjualan sebagai modal produksi berikutnya. Pola usaha sederhana itu perlahan berkembang, seiring konsistensi Rita membangun kualitas produk dan memanfaatkan kanal digital.

Batik Canting Asasi kemudian dikenal tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi juga secara nasional. Media sosial seperti TikTok dan Instagram menjadi etalase utama, diperkuat dengan keikutsertaan dalam berbagai pameran. Di balik proses pertumbuhan itu, ada peran pendampingan yang berkelanjutan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Rumah BUMN BRI Padang Panjang.

Nama Canting Asasi diambil dari Masjid Asasi, masjid tertua di Padang Panjang yang berada di Kelurahan Sigando, lokasi tempat tinggal Rita. Masjid tersebut menjadi sumber inspirasi desain dan filosofi batik yang dikembangkan, dengan menonjolkan nilai budaya dan religi masyarakat setempat.

Keunikan Batik Canting Asasi terletak pada proses produksinya yang ramah lingkungan. Rita dan para pengrajinnya menggunakan pewarna alami dari bahan-bahan yang kerap dianggap limbah, seperti kulit jengkol dan biji pinang. Hasilnya, warna batik tampil lembut, klasik, dan lebih tahan lama.

Saat ini, Batik Canting Asasi mengembangkan berbagai motif, antara lain Asasi, Barara, dan Panen. Motif Asasi menjadi salah satu yang paling diminati karena merepresentasikan identitas lokal Padang Panjang. Selain kain batik, sanggar ini juga memproduksi pakaian jadi seperti jaket, blazer, hingga setelan resmi yang digunakan berbagai kalangan, termasuk pejabat daerah.

Lebih dari sekadar usaha kreatif, Batik Canting Asasi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Jika pada awal berdiri hanya melibatkan empat orang, kini usaha ini telah menyerap 15 pekerja dan pengrajin. Sebagian besar merupakan perempuan dan lansia, dengan peran kerja yang disesuaikan, mulai dari melukis, mencap, mewarnai, hingga membuat jambul pada selendang.

Pendampingan dari BRI menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Melalui Rumah BUMN BRI Padang Panjang, Rita mendapatkan berbagai pelatihan, fasilitasi promosi digital, hingga kesempatan mengikuti pameran berskala nasional seperti BRI UMKM EXPO(RT) 2025 di BSD, Tangerang.

Dukungan itu juga mencakup pembuatan e-katalog produk untuk memperluas jangkauan pemasaran digital. Langkah tersebut membuka akses pasar yang lebih luas dan berujung pada pesanan dari luar negeri. Produk Batik Canting Asasi telah dikirim ke Jepang, Singapura, Malaysia, hingga Arab Saudi, meski masih dalam jumlah terbatas.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, Rumah BUMN BRI hadir sebagai wadah kolaboratif bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jejaring, dan memperkuat daya saing di tengah pasar yang semakin kompetitif.

Program pembinaan UMKM merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendorong ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Hingga kini, BRI telah membina 54 Rumah BUMN di berbagai daerah serta menyelenggarakan lebih dari 17 ribu pelatihan bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Menurutnya, banyak pelaku usaha yang sebelumnya hanya bergerak di pasar lokal, kini mampu memasarkan produk secara daring bahkan menembus pasar ekspor. Pendampingan berkelanjutan dan penguatan ekosistem digital dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan daya tahan sekaligus kesejahteraan UMKM

Editor : M Firman Syah
#BRI #BUMN #padang panjang #Ekonomi & Bisnis #BBRI