Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jaga Ekosistem Lingkungan, BRI Peduli Beri Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah di Bank Sampah Bogor

Muhammad Firman Syah • Jumat, 24 Oktober 2025 | 03:03 WIB
Bank Sampah Azalea terus bertambah sejak program BRI Peduli dilaksanakan.
Bank Sampah Azalea terus bertambah sejak program BRI Peduli dilaksanakan.

Bogor – Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah Indonesia. Setiap harinya, jutaan ton sampah dihasilkan dari aktivitas rumah tangga, industri, hingga perkantoran, dan sebagian besar belum terkelola dengan baik. Salah satu limbah rumah tangga yang sering diabaikan adalah minyak jelantah, yang jika dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli – Yok Kita Gas, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Salah satu upaya terbarunya diwujudkan melalui Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah yang digelar di Bank Sampah Azalea, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini melibatkan anggota PKK setempat serta pengurus dan anggota bank sampah.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan edukasi dan praktik langsung tentang cara mengolah minyak jelantah menjadi produk ramah lingkungan seperti sabun cuci tangan dan sabun cuci piring. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada edukasi lingkungan, tetapi juga mengandung unsur pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata BRI dalam mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan kreatif dalam mengelola limbah rumah tangga.

“Minyak jelantah yang biasanya dianggap limbah tak berguna, kini bisa diolah menjadi produk bermanfaat. Selain mengurangi potensi pencemaran, inisiatif ini juga mendukung prinsip ekonomi sirkular di mana limbah diolah kembali menjadi sumber nilai baru,” ujar Dhanny.

Lebih jauh, Dhanny menambahkan bahwa pelatihan ini membuka peluang usaha baru bagi ibu rumah tangga maupun pelaku UMKM. Produk sabun hasil olahan bisa dikembangkan menjadi produk lokal bernilai ekonomi tinggi.

“Dengan keterampilan ini, masyarakat tidak hanya berkontribusi menjaga lingkungan, tetapi juga memperoleh tambahan pendapatan. Inilah wujud nyata pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, pengurus Bank Sampah Azalea, Endah Diana, mengapresiasi langkah BRI Peduli yang memberikan pelatihan bernilai praktis bagi masyarakat. Ia menyebut kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar.

"Sebelumnya, minyak jelantah kami hanya dijual ke bank sampah induk. Setelah pelatihan, kami bisa mengolah sendiri dan hasilnya bisa kami gunakan atau bahkan dijual. Ini tentu memberikan nilai tambah bagi kami,” ungkapnya.

Pelatihan tersebut juga mendorong meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan bank sampah. Endah mencatat, jumlah warga yang menabung minyak jelantah di Bank Sampah Azalea terus bertambah sejak program BRI Peduli dilaksanakan.

Program BRI Peduli Yok Kita Gas telah berjalan sejak tahun 2021 dan kini telah menjangkau 41 lokasi di seluruh Indonesia, meliputi 5 pasar tradisional dan 35 lingkungan masyarakat. Program ini terdiri dari dua model pelaksanaan: Yok Kita Gas – Pasar Tradisional dan Yok Kita Gas – Stand Alone Location, yang dijalankan melalui bank sampah atau Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan padat penduduk.

Hingga saat ini, program tersebut telah menggandeng 38 bank sampah dengan total tabungan senilai Rp1,79 miliar, menghasilkan 155 karung pupuk kompos, 1.250 kemasan pupuk organik cair, 6.921,5 maggot, dan 777 botol eco-enzyme. Dari sisi lingkungan, program ini berhasil menyerap 108.860 kg sampah organik dan 88.449,4 kg sampah anorganik, serta berpotensi menekan emisi gas metan dan karbon dioksida hingga 5,4 juta kg CH₄e dan 4,8 miliar kg CO₂e.

“BRI Peduli Yok Kita Gas bukan hanya soal menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga membangun kesadaran sosial dan kolaborasi masyarakat dalam menjaga bumi. Melalui langkah-langkah kecil seperti pengolahan minyak jelantah, kita menanamkan kebiasaan besar: peduli lingkungan, mandiri ekonomi, dan hidup berkelanjutan,” tutup Dhanny.

Editor : M Firman Syah
#BRI #Yok Kita Gas #CSRBRI #BRI Peduli #BBRI