RADAR SURABAYA - Sejumlah komoditi bahan pokok saat awal Ramadan mengalami kenaikan harga, kini berangsur mulai turun. Komoditi itu adalah cabai rawit, bawang merah dan telur.
Penurunannya terbilang fantastis usai sebelumnya, pada komoditi cabai rawit, sempat menyentuh angka Rp 100 ribu lebih per kilogram (kg).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengungkapkan, kalau penurunannya cukup signifikan. Saat ini, untuk komoditi cabai rawit dan bawang merah berkisar di angka Rp 40 sampai 45 ribu perkilogramnya.
"Iya kalau pantauan sekilas, harga cabai dan bawang merah hari ini sekitar Rp 40 sampai 45 ribu. Memang ada tren menurun," kata Antiek pada Radar Surabaya, Kamis (3/4).
Dia melanjutkan, untuk harga komoditi bahan pangan yang lain cenderung stabil untuk saat ini. Beberapa diantaranya seperti telur dan daging ayam. "Kalau untuk telur dan daging ayam cenderung stabil saat menjelang lebaran kemarin," tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Dwi Suryaning Endah Yanie menambahkan, kalau penurunan harga ini terjadi karena di tingkat daerah penghasil juga harganya sudah menurun. Hal ini yang kemudian memicu sejumlah komoditi di pasaran turut turun.
"Untuk harga cabai beberapa minggu lalu masih tinggi dari daerah penghasil, tapi mulai selasa kemarin sudah ada penurunan, semoga begitu seterusnya," tuturnya.
Kendati begitu, dia mengharapkan warga tetap bijak dalam berbelanja. Sebab, mengenai pasokan stok hingga saat ini di Surabaya masih aman.
Oleh karena itu dia pun mengimbau warga untuk tetap bijak melihat fenomena ini.
Pemerintah pun menurut dia bakal terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga dan stok bahan pangan yang ada di Kota Pahlawan.
"Telur ayam juga turun sedikit mas, dari harga Rp 27 ribu menjadi Rp 25 ribu perkilogramnya hari ini (kemarin, Red). Penurunan angka ini sudah harga di pasaran termasuk harga cabai dan bawang merah itu yang sebelumnya mencapai angka Rp 100 ribu perkilonya," ujarnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari