SURABAYA – Saat ini harga telur mengalami peningkatan. Namun, kenaikan harga tersebut masih belum seimbang dengan biaya produksi yang dikeluarkan oleh peternak.
“Dengan harga jagung di atas Rp 9.000 per kilogram, kerugian kami Rp 3.000–Rp 5.000 per kilogram. Biasanya, peternak memiliki minimal 1.000 ekor. Nah kalau per hari menghasilkan 50 kilogram, maka peternak mengalami kerugian sekitar Rp 250.000 per harinya,” ujar Ketua Asosiasi Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN), Rofi Yasifun, kepada Radar Surabaya, Minggu (4/2).
Rofi mengatakan, dalam tiga hari terakhir harga telur pada tingkat peternak naik sekitar Rp 200 per hari. Menurutnya, saat ini harga telur pada tingkat peternak mencapai Rp 23.500 per kilogram.
“Sebelumnya Rp 22.500. Saat ini bukan cuma harga yang naik, tapi permintaan juga naik karena ada momen-momen tertentu yang membutuhkan komoditas telur,” katanya.
Ia memastikan pasokan telur mulai Imlek hingga Ramadan maupun lebaran Idul Fitri mendatang dipastikan aman, asalkan ketersediaan jagung pakan ternak tercukupi.
“50 persen pakan ternak ayam petelur dari jagung. Kita tahu untuk memenuhi kebutuhan pakan, banyak yang masih impor terutama jagung. Kita selalu mencari stok jagung di gudang Bulog. Sebelumnya harga jagung Rp 5.000 per kilogram tapi sekarang sudah sekitar Rp 9.000,” jelasnya.
Saat ditanya terkait musim hujan berpengaruh pada produksi telur, Rofi mengaku hal tersebut tidak terlalu signifikan. Menurutnya, pengaruh musim hujan hanya 2 - 5 persen saja.
“Yang berpengaruh itu ya harga pakan jagung, kalau sekarang sudah Rp 9.000 dan naik lagi tidak menutup kemungkinan banyak peternak yang melakukan afkir dini (mengurangi lebih awal indukan ayam petelur untuk dijual dagingnya, Red). Maka dari itu, kami berharap pemerintah bisa menstabilkan harga jagung,” terangnya.
Saat ini harga rata-rata telur ayam di Jawa Timur adalah Rp 25.805. Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Sampang mencapai Rp 27.000.
Sedangkan harga rata-rata telur ayam terendah di Kabupaten Bondowoso Rp 24.750 per kilogram. (mus/jay)
Editor : Jay Wijayanto