RADAR SURABAYA – Mengonsumsi mi menjadi keharusan bagi mereka yang merayakan Tahun Baru Imlek.
Karena mi dipercaya bisa memberikan hoki, kebahagiaan, serta umur panjang.
Apalagi jika makan mi mulai ujung hingga sampai tak tersisa.
Oleh karena itu misua yang sudah diproduksi sejak 1948 di kawasan Pesapen Selatan, Surabaya, juga ketiban hoki.
Karena banyaknya pesanan dari berbagai daerah di Indonesia.
Menjelang Tahun Baru Imlek produksi mi tradisional Tiongkok, misua, sehari bisa mencapai ribuan kilogram atau 1 ton.
Hal ini berbeda dengan hari-hari biasa yang hanya menghabiskan sekitar 600 kilogram tepung untuk pembuatan misua.
"Satu bulan sebelum Imlek pesanan meningkat otomatis produksi mencapai 1 ton," kata pemilik pabrik mi Marga Mulja, Jeffry Sutrisno, Jumat (26/1).
Pria yang menjadi generasi ketiga itu menjelaskan pesanan misua selama Imlek dari berbagai daerah seperti Manado, Ambon, hingga Kalimantan sudah ada sejak satu bulan sebelum Imlek.
Sedangkan untuk di Pulau Jawa biasanya dua minggu sebelum perayaan Tahun Baru Imlek.
"Puncaknya pemesanan biasanya seminggu sebelum Imlek," tuturnya.
Yang membedakan misua dengan mi biasa adalah resep turun temurun yang dipertahankan.
Tak hanya itu, pembuatan misua juga masih menggunakan alat tradisional dan masih memanfaatkan udara untuk proses penjemuran.
"Kita butuh alam yang jelas pembentukan jauh lebih bagus. Karena kita jemur di tampah, setelah itu kita masukan open. Kalau masuk open langsung jadinya jelek. Kami juga masih mempertahankan resep dan peralatan tradisional kami," terangnya.
Selain itu pabrik mi tersebut masih memperkejakan karyawan sampai puluhan tahun.
Ada yang sampai 30 tahun bekerja di sana.
"Kami mempunyai 25 karyawan, usia kerja mereka ada yang 30 tahun, bahkan kemarin ada yang pensiun karena sudah 37 tahun bekerja di sini," ungkapnya.
Selain memproduksi misua dan mi telor yang berwarna kuning, pihaknya juga mengikuti perkembangan zaman.
Yaitu dengan memproduksi misua instan yang saat ini sudah ada tiga rasa yakni rasa ayam bawang, rasa kare dan misua goreng.
"Kita juga mengikuti zaman, kita mengeluarkan produk instan untuk masaknya yang mudah. Sudah setahun dan sudah beredar," ujarnya.
Meski demikian, Jeffry mengaku akan mengembangkan bisnis turun temurun tersebut.
Selama 76 tahun berproduksi di Pesapen Selatan, Surabaya, Jeffry akan memindahkan produksi misuwa ke Ngelom, Sidoarjo tahun ini. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa