Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Impor Jagung Bulog Tiba di Teluk Lamong Surabaya, Buwas Langsung Lakukan Hal Ini

Mus Purmadani • Kamis, 16 November 2023 | 15:56 WIB
IMPOR: Dirut Perum Bulog, Budi Waseso (kiri), meninjau langsung kedatangan kapal pertama impor jagung pakan sebanyak 20 ribu ton, di Pelabuhan Terminal Teluk Lamong Surabaya, Rabu (15/11). (ANDY S)
IMPOR: Dirut Perum Bulog, Budi Waseso (kiri), meninjau langsung kedatangan kapal pertama impor jagung pakan sebanyak 20 ribu ton, di Pelabuhan Terminal Teluk Lamong Surabaya, Rabu (15/11). (ANDY S)

SURABAYA - Tingginya harga jagung pakan di tingkat peternak langsung direspons pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Yakni dengan menugaskan Perum Bulog untuk mengimpor jagung pakan sebanyak 500 ribu ton secara bertahap untuk mengatasi defisit produksi pada kuartal IV/2023.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso hadir langsung di Pelabuhan Terminal Teluk Lamong Surabaya untuk memantau kedatangan kapal pertama impor jagung pakan, Rabu (15/11).

Impor jagung pakan sebanyak 21 ribu ton yang tiba segera disalurkan untuk menstabilkan harga pakan di peternak.

“Ini merupakan kedatangan perdana dari penugasan tahap pertama sejumlah 250 ribu ton, adapun total penugasan yang diberikan kepada Bulog sebanyak 500 ribu ton," kata pria yang akrab disapa Buwas ini.

Selanjutnya Buwas mengatakan jagung pakan impor ini akan segera dijual ke peternak sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah untuk meredam kenaikan harga jagung pakan yang saat ini terjadi.

"Kami sudah mengantongi daftar peternak yang akan mendapat jagung pakan ini dan kami optimis dengan impor ini harga jagung pakan bisa segera turun", ungkapnya.

Importasi jagung pakan pada akhirnya menjadi keputusan pemerintah, seiring harga jagung di dalam negeri yang tidak kunjung melandai.

Rata-rata harga jagung pakan di tingkat peternak secara nasional di atas Rp 7.000 per kilogram (kg).

Padahal, pemerintah menetapkan harga acuan penjualan (HAP) jagung pakan di tingkat peternak sebesar Rp 5.000 per kg.

Buwas menambahkan pemenuhan kebutuhan pakan ternak oleh pemerintah ini, karena petani jagung mengalami gagal panen akibat dampak El Nino dan kemarau panjang.

Kondisi itu berdampak pada peternak sehingga dikhawatirkan dapat mempengaruhi stabilitas harga telur dan daging ayam.

"Jadi harga telur dan daging mahal, konsumen juga yang dirugikan. Dari hulu hilirnya kita tangani lah, pemerintah pasti melihatnya dari situ," ucap Buwas.

Pemerintah kemudian berinisiatif mendatangkan impor jagung secepat mungkin agar tidak bertabrakan dengan produksi jagung dalam negeri yang diprediksi mulai bergerak pada Maret 2024 mendatang.

"Jadi nanti kita mengutamakan produksi lokal, ini kan karena ada kegagalan panen. Bukan salah siapa-siapa, karena alam ya, ada El Nino, cuaca panas, kekeringan, tanaman jagung tidak berhasil," ujarnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, lanjut Buwas, juga sudah mengupayakan percepatan masa tanam untuk seluruh jenis tanaman.

Termasuk jagung, padi dan kedelai. Namun saat ini diutamakan kebutuhan pakan ternak terlebih dahulu.

"Karena pengaruhnya besar ini kalau ini harganya mahal tidak tidak terpenuhi, nanti akan memicu harga daging ayam termasuk telor ayam. Efeknya kan pada konsumen ini, nanti dampaknya pada inflasi," pungkasnya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#budi waseso #pelabuhan teluk lamong #impor jagung pakan #Radar Surabaya #Berita Radar Surabaya Terkini