alexametrics
28 C
Surabaya
Tuesday, May 24, 2022

Optimis Tumbuh Double Digit, Siantar Top Siap Tingkatkan Kapasitas Produksi

SURABAYA – Meskipun masih dibayangi pandemi Covid 19, namun PT Siantar Top Tbk optimis tahun 2022 mampu meningkatkan penjualan double digit. Sebab itu, tahun depan emiten berkode STTP ini akan belanja modal (Capex) sebesar Rp 350 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

Menurut Agus Suhartanto, Direktur Utama PT Siantar Top Tbk, pandemi Covid 19 membuat situasi bisnis masih belum menentu. Namun begitu, pihaknya tetap yakin tahun 2022 kondisinya akan lebih baik. Sebab itu, kapasitas produksi harus ditingkatkan.

“Saat ini utlisasi mesin produksi sudah mencapai 80 persen. Karena itu, kapasitas produksi tahun depan harus ditambah untuk mengantisipasi pertumbuhan market,” kata Agus Suhartanto, Rabu (29/12).

Untuk itu, tahun depan pihaknya akan belanja modal (capex) sebesar Rp 350 miliar. Dana tersebut akan digunakan di beberapa pos seperti investasi project senilai Rp 175 miliar dan untuk anak usaha sebesar Rp 75 miliar. Selain itu juga untuk perluasan pabrik yang akan menelan dana Rp 100 miliar.

“Dengan investasi baru ini kami harapkan pada tahun depan ada tambahan kapasitas produksi 20 persen dari yang ada sekarang. Kami masih optimis tahun depan market akan tumbuh double digit,” tambahnya.

Baca Juga :  Koordinasi dengan Importer, Dapat Harga Kedelai yang Kompetitif

Suwanto, Direktur PT Siantar Top Tbk menambahkan, untuk mengantisipasi pertumbuhan market tahun depan, pihaknya akan melakukan beberapa langkah strategis. Selain melakukan diversifikasi produk dengan rencana merilis 5 produk baru, juga akan memperkuat jalur distribusi terutama di Indonesia Timur.

Tahun depan pihaknya akan semakin konsen menggarap pasar di Indonesia Timur. Sebabmasih ada beberapa daerah yang belum terjangkau produk perseroan. Sebab itu, jalur distribusi harus diperkuat sehingga penyebaran produk akan semakin merata di Indonesia.

Selain itu, pihaknya juga terus memperkuat pasar ekspor. Sebab meskipun masih pandemi, namun ekspor perseroan tahun 2021 masih tumbuh 16,5 persen. Beberapa negara tujuan utama ekspor masih di Kawasan Asia seperti China, Korea, Taiwan, Vietnam. Selain itu juga tetap menggarap market di Timur Tengah, Australia dan Afrika.

“Tahun ini harusnya ekpsor tumbuh lebih besar lagi. Namun karena kelangkaan container dan juga adanya kenaikan freight cost, sehingga ekspor hanya tumbuh 16,5 persen,” ujarnya.

Baca Juga :  AIRLANGGA: Pemerintah Kejar Target 23 Persen Proporsi EnergiTerbarukan 2025

Terkait kinerja tahun 2021, Agus Suhartanto mengatakan, pihaknya tetap optimis tahun ini penjualan bisa tumbuh double digit. Hingga September 2021, pihaknya berhasil meraih penjualan sebesar Rp 3,04 triliun naik tipis 8,06 persen dari tahun lalu di periode yang sama yakni Rp 2,8 triliun.

Namun kenaikan penjualan tersebut tidak dibarengi dengan pertumbuhan laba bersih perseroan. Sebab periode September 2021, perseroan mencatat laba bersih Rp 433 miliar, turun tipis 9,6 persen dari tahun lalu di periode yang sama senilai Rp 479 miliar. Penurunan laba tersebut karena tergerus beban usaha yang meningkat akibat kenaikan harga bahan baku dan sumber energi naik signifikan.

“Tapi kami masih optimis tahun ini bisa tumbuh double digit. Hingga awal Desember tahun ini, growth-nya sudah 9,08 persen. Jadi sisa 0,02 persen saja. Kami yakin bisa mencapai hingga akhir tahun ini,” tandas Agus Suhartanto. (fix/jay)

SURABAYA – Meskipun masih dibayangi pandemi Covid 19, namun PT Siantar Top Tbk optimis tahun 2022 mampu meningkatkan penjualan double digit. Sebab itu, tahun depan emiten berkode STTP ini akan belanja modal (Capex) sebesar Rp 350 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

Menurut Agus Suhartanto, Direktur Utama PT Siantar Top Tbk, pandemi Covid 19 membuat situasi bisnis masih belum menentu. Namun begitu, pihaknya tetap yakin tahun 2022 kondisinya akan lebih baik. Sebab itu, kapasitas produksi harus ditingkatkan.

“Saat ini utlisasi mesin produksi sudah mencapai 80 persen. Karena itu, kapasitas produksi tahun depan harus ditambah untuk mengantisipasi pertumbuhan market,” kata Agus Suhartanto, Rabu (29/12).

Untuk itu, tahun depan pihaknya akan belanja modal (capex) sebesar Rp 350 miliar. Dana tersebut akan digunakan di beberapa pos seperti investasi project senilai Rp 175 miliar dan untuk anak usaha sebesar Rp 75 miliar. Selain itu juga untuk perluasan pabrik yang akan menelan dana Rp 100 miliar.

“Dengan investasi baru ini kami harapkan pada tahun depan ada tambahan kapasitas produksi 20 persen dari yang ada sekarang. Kami masih optimis tahun depan market akan tumbuh double digit,” tambahnya.

Baca Juga :  Garap Market Premium, Pegadaian Optimis Tumbuh Double Digit pada Tahun Ini

Suwanto, Direktur PT Siantar Top Tbk menambahkan, untuk mengantisipasi pertumbuhan market tahun depan, pihaknya akan melakukan beberapa langkah strategis. Selain melakukan diversifikasi produk dengan rencana merilis 5 produk baru, juga akan memperkuat jalur distribusi terutama di Indonesia Timur.

Tahun depan pihaknya akan semakin konsen menggarap pasar di Indonesia Timur. Sebabmasih ada beberapa daerah yang belum terjangkau produk perseroan. Sebab itu, jalur distribusi harus diperkuat sehingga penyebaran produk akan semakin merata di Indonesia.

Selain itu, pihaknya juga terus memperkuat pasar ekspor. Sebab meskipun masih pandemi, namun ekspor perseroan tahun 2021 masih tumbuh 16,5 persen. Beberapa negara tujuan utama ekspor masih di Kawasan Asia seperti China, Korea, Taiwan, Vietnam. Selain itu juga tetap menggarap market di Timur Tengah, Australia dan Afrika.

“Tahun ini harusnya ekpsor tumbuh lebih besar lagi. Namun karena kelangkaan container dan juga adanya kenaikan freight cost, sehingga ekspor hanya tumbuh 16,5 persen,” ujarnya.

Baca Juga :  PLN Gandeng ITS Atasi Listrik di Sumatera

Terkait kinerja tahun 2021, Agus Suhartanto mengatakan, pihaknya tetap optimis tahun ini penjualan bisa tumbuh double digit. Hingga September 2021, pihaknya berhasil meraih penjualan sebesar Rp 3,04 triliun naik tipis 8,06 persen dari tahun lalu di periode yang sama yakni Rp 2,8 triliun.

Namun kenaikan penjualan tersebut tidak dibarengi dengan pertumbuhan laba bersih perseroan. Sebab periode September 2021, perseroan mencatat laba bersih Rp 433 miliar, turun tipis 9,6 persen dari tahun lalu di periode yang sama senilai Rp 479 miliar. Penurunan laba tersebut karena tergerus beban usaha yang meningkat akibat kenaikan harga bahan baku dan sumber energi naik signifikan.

“Tapi kami masih optimis tahun ini bisa tumbuh double digit. Hingga awal Desember tahun ini, growth-nya sudah 9,08 persen. Jadi sisa 0,02 persen saja. Kami yakin bisa mencapai hingga akhir tahun ini,” tandas Agus Suhartanto. (fix/jay)

Most Read

Berita Terbaru


/