alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Bidik Segmen Milenial, Developer Makin Optimis Kembangkan Hunian

SURABAYA – Meskipun masih dibayangi pandemi, namun developer tetap optimis meningkatkan penjualannya. Salah satunya dengan mengembangkan hunian yang pas dengan milenial. Sebab potensi market dari segmen milenial masih cukup besar dan terus tumbuh.

Menurut Anugerah Drestanala, Direktur Utama PT Dunia Maju Kencana Propertindo, pasar properti terus akan berkembang kedepan. Karena kebutuhan hunian semakin banyak terutama dari kalangan milenial dan pasangan muda.

Namun developer harus bisa memberikan produk yang sesuai dengan lifestyle milenial. Selain lokasi yang strategis dan harga yang terjangkau, fasilitas yang dbutuhkan penghuni perumahan juga harus dperhatikan seperti play ground, jogging track, taman, tempat ibadah dan jaringan underground.

“Kami sudah pengalaman membangun dua perumahan di Gresik. Kami juga melakukan riset. Rumah yang banyak dibutuhkan masyarakat yang harganya dibawah Rp 800 juta,” kata Anugerah Drestanala saat launching Grand Everest dan Marketing Gallery, Sabtu (25/9).

Sebab itu, dia sangat optimis Grand Everest yang dikembangkan di Surabaya Barat ini akan mendapat respond bagus dari konsumen dan sold out dalam waktu 1-2 bulan. Rencananya pembangunan akan dilakukan bertahap. Tahap pertama sebanyak 84 unit dan tahap kedua sebanyak 56 unit.

Ada beberapa tipe yang akan dikembangkan dengan konsep one gate system .Pihaknya menawarkan  dengan harga mulai Rp 500-an juta.Selain menyesuaikan dengan target marketnya, milenial dan pasangan muda juga cost produksi bisa ditekan sebab land bank sudah dimiliki cukup lama.

Pihaknya juga kerjasama dengan Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang menyediakan KPR. Bank Mandiri menawarkan KPR dengan bunga ringan yakni  8,8 persen fixed 10 tahun. Dengan begitu, dia yakin karyawan dengan pendapatan Rp 6-7 juta bisa memiliki rumah.

“Ini upaya kami membantu pemerintah menyediakan hunian yang terjangkau masyarakat. Kami juga memberikan banyak subsidi seperti free bphtb, ppn, taman dan pdam serta biaya KPR,” tambahnya.

Sementaraitu, Irawan principal Ray White CitraLand menambahkan, saat ini pasar lagi menunggu karena sejak adanya pandemic banyak calon pembeli yang menahandiri. Saat ini merupakan momentum yang tepat bagi developer untuk merilis produknya karena banyak konsumen yang mencari rumah.

Mereka umumnya pembeli end user terutama dari kalangan milenial dan pasanganmuda. Mereka mencari hunian yang sesuai dengan budgetnya yakni  yang harganya berkisar Rp 500-800—an juta. Sehingga mereka punya kemampuan untuk mencicil lewat KPR.

“Saat ini animo masyarakat cukup besar. Kami sudah ada mapping. Kami akan kerahkan semua net work. Kami optimis dalam 1 bulan semua sudah sold out,” ujar Irawan.

Nurul Imansyah, Pimpinan Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) Dharmahusada mengatakan, pihaknya akan mensuport developer  yang melakukan kerjasama dengan BSI dengan mempermudah proses KPRnya. Dia menilai, dengan harga Rp 500-an juta potensi market yang bisa dibidik cukup besar.

“Saat ini pertumbuhan KPR di BSI cukup bagus. Month to date dan year on year juga bagus growth-nya. Kami  ada banyak program KPR menarik dengan  tenor hingga 30 tahun,” kata Nurul Imansyah. (fix/jay)


SURABAYA – Meskipun masih dibayangi pandemi, namun developer tetap optimis meningkatkan penjualannya. Salah satunya dengan mengembangkan hunian yang pas dengan milenial. Sebab potensi market dari segmen milenial masih cukup besar dan terus tumbuh.

Menurut Anugerah Drestanala, Direktur Utama PT Dunia Maju Kencana Propertindo, pasar properti terus akan berkembang kedepan. Karena kebutuhan hunian semakin banyak terutama dari kalangan milenial dan pasangan muda.

Namun developer harus bisa memberikan produk yang sesuai dengan lifestyle milenial. Selain lokasi yang strategis dan harga yang terjangkau, fasilitas yang dbutuhkan penghuni perumahan juga harus dperhatikan seperti play ground, jogging track, taman, tempat ibadah dan jaringan underground.

“Kami sudah pengalaman membangun dua perumahan di Gresik. Kami juga melakukan riset. Rumah yang banyak dibutuhkan masyarakat yang harganya dibawah Rp 800 juta,” kata Anugerah Drestanala saat launching Grand Everest dan Marketing Gallery, Sabtu (25/9).

Sebab itu, dia sangat optimis Grand Everest yang dikembangkan di Surabaya Barat ini akan mendapat respond bagus dari konsumen dan sold out dalam waktu 1-2 bulan. Rencananya pembangunan akan dilakukan bertahap. Tahap pertama sebanyak 84 unit dan tahap kedua sebanyak 56 unit.

Ada beberapa tipe yang akan dikembangkan dengan konsep one gate system .Pihaknya menawarkan  dengan harga mulai Rp 500-an juta.Selain menyesuaikan dengan target marketnya, milenial dan pasangan muda juga cost produksi bisa ditekan sebab land bank sudah dimiliki cukup lama.

Pihaknya juga kerjasama dengan Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang menyediakan KPR. Bank Mandiri menawarkan KPR dengan bunga ringan yakni  8,8 persen fixed 10 tahun. Dengan begitu, dia yakin karyawan dengan pendapatan Rp 6-7 juta bisa memiliki rumah.

“Ini upaya kami membantu pemerintah menyediakan hunian yang terjangkau masyarakat. Kami juga memberikan banyak subsidi seperti free bphtb, ppn, taman dan pdam serta biaya KPR,” tambahnya.

Sementaraitu, Irawan principal Ray White CitraLand menambahkan, saat ini pasar lagi menunggu karena sejak adanya pandemic banyak calon pembeli yang menahandiri. Saat ini merupakan momentum yang tepat bagi developer untuk merilis produknya karena banyak konsumen yang mencari rumah.

Mereka umumnya pembeli end user terutama dari kalangan milenial dan pasanganmuda. Mereka mencari hunian yang sesuai dengan budgetnya yakni  yang harganya berkisar Rp 500-800—an juta. Sehingga mereka punya kemampuan untuk mencicil lewat KPR.

“Saat ini animo masyarakat cukup besar. Kami sudah ada mapping. Kami akan kerahkan semua net work. Kami optimis dalam 1 bulan semua sudah sold out,” ujar Irawan.

Nurul Imansyah, Pimpinan Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) Dharmahusada mengatakan, pihaknya akan mensuport developer  yang melakukan kerjasama dengan BSI dengan mempermudah proses KPRnya. Dia menilai, dengan harga Rp 500-an juta potensi market yang bisa dibidik cukup besar.

“Saat ini pertumbuhan KPR di BSI cukup bagus. Month to date dan year on year juga bagus growth-nya. Kami  ada banyak program KPR menarik dengan  tenor hingga 30 tahun,” kata Nurul Imansyah. (fix/jay)



Most Read

Berita Terbaru