Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OJK Ungkap Alasan MSCI Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia

R
Ilustrasi Gemini AI
Ilustrasi Gemini AI

Advertisement

RADAR SURABAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap alasan utama Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengusulkan penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Salah satu pemicu utamanya adalah kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasar (market dysfunction) dan lemahnya efek jera terhadap pelaku pelanggaran di pasar modal.

Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Agus Firmansyah mengatakan, MSCI masih meragukan efektivitas pengawasan dan penegakan hukum di pasar modal Indonesia.

Advertisement

Kekhawatiran tersebut tetap ada meskipun otoritas telah mengumumkan sejumlah agenda reformasi.

"Alasan utama kenapa MSCI mengajukan proposal konsultasi untuk menurunkan status indeks Indonesia menjadi standalone karena memang bagi mereka,

meskipun reformasi telah diumumkan, masih terdapat kekhawatiran atas market dysfunction," kata Agus dalam kegiatan OJK dan SRO Capital Market Journalist Workshop Media Gathering 2026, Sabtu (31/10).

Menurut Agus, kekhawatiran MSCI berkaitan dengan kemungkinan terulangnya persoalan yang pernah terjadi di pasar modal Indonesia pada 2025 dan periode sebelumnya.

Beberapa kasus yang menjadi perhatian berkaitan dengan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

MSCI menilai langkah pencegahan (preventive action) yang dilakukan OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) belum cukup meyakinkan.

Karena itu, lembaga penyedia indeks global tersebut menginginkan penguatan pengawasan sekaligus penegakan hukum terhadap pelanggaran di pasar modal.

Advertisement
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : Bloomberg Technoz

Artikel Terkait

Kejar Pangsa Pasar 20 Persen, ASBISINDO Dorong Keberpihakan Kebijakan dan Penguatan Industri

Kejar Pangsa Pasar 20 Persen, ASBISINDO Dorong Keberpihakan Kebijakan dan Penguatan Industri

ASBISINDO mendorong target pangsa pasar perbankan syariah 20 persen melalui dukungan kebijakan OJK, penguatan modal, konsolidasi, dan inovasi produk.

OJK Raih Sertifikasi ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, Perkuat Kualitas dan Akuntabilitas

OJK Raih Sertifikasi ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, Perkuat Kualitas dan Akuntabilitas

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meraih sertifikasi internasional ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu untuk Bidang Pengawasan Sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP). 

OJK Bantah Defisit Anggaran 2025, Ungkap Penyebab Laporan Keuangan Tercatat Minus Rp1,8 Triliun

OJK Bantah Defisit Anggaran 2025, Ungkap Penyebab Laporan Keuangan Tercatat Minus Rp1,8 Triliun

OJK membantah mengalami defisit anggaran pada 2025. Angka minus Rp1,8 triliun dalam laporan keuangan disebut hanya dampak akuntansi akibat transisi implementasi UU P2SK.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer