Jargas Gresik dan Sidoarjo Diperluas, PGN Siap Perkuat Layanan Gas Bumi

RADAR SURABAYA – Pemerintah memperluas pemanfaatan jaringan gas bumi rumah tangga (jargas) di Gresik dan Sidoarjo sebagai bagian dari upaya meningkatkan
penggunaan gas bumi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.
Pengembangan jargas tersebut diperkuat melalui sinergi pemerintah dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN).
Infrastruktur jaringan gas bumi di dua daerah di Jawa Timur itu diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap energi yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Upaya tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M.,
bersama Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Kuswardono serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta ke jaringan gas bumi di Gresik dan Sidoarjo, Senin (21/9).
Pemerintah Targetkan 1 Juta Sambungan Jargas
Dudung mengatakan, pengembangan jargas merupakan bagian dari tugas Kantor Staf Presiden (KSP) dalam mengawal program prioritas nasional,
terutama yang berkaitan dengan swasembada energi dan pengurangan ketergantungan terhadap impor LPG.
Pengembangan jaringan gas rumah tangga juga sejalan dengan Program Kerja Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027.
Pembangunan jaringan gas perkotaan telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.



