alexametrics
25 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Mendag Lutfi Yakin Indonesia Mampu Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

JAKARTA – Dua agenda besar yang berhubungan dengan industri halal bakal digelar dalam waktu dekat di Jakarta.

Event tersebut adalah Halal Trade Forum secara hibrida pada 22 Oktober 2021; dan Embracing Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) pada 18 November 2021 di Aquatik Stadium Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.

Dua event besar itu merupakan bagian dari ajang Trade Expo-Digital Edition (TEI-DE) 2021 yang berlangsung pada 21 Oktober—4 November 2021 (online interactive) hingga 20 Desember 2021 (showcase).

Agenda besar itu untuk mencapai target Indonesia sebagai pusat industri produk halal dan kiblat fesyen muslim dunia.

“Halal Trade Forum dan Embracing JMFW yang digelar pada TEI-DE 2021 ini menjadi pembeda dari gelaran TEI yang berlangsung pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam penyelenggaraan TEI-DE 2021 ini kita punya dua pesan yang ingin diwujudkan, yaitu Indonesia sebagai pusat industri halal dunia dan Jakarta menjadi kiblat industri fesyen Islam dunia. Kedua hal tersebut akan kita mulai tahun ini,” terang Mendag Lutfi.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (kiri) memberikan apresiasi kepada eksportir Indonesia yang berkinerja baik melalui Penghargaan Primaniyarta. (KEMENDAG FOR RADARSURABAYA.JAWAPOS.COM)

Menurut Mendag, pasar produk halal dunia adalah pasar yang sangat menjanjikan. Warga muslim dunia diperkirakan membelanjakan lebih dari USD 2 triliun di sektor makanan, produk farmasi, kosmetik, fashion, serta rekreasi. Ini adalah peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik.

“Saat ini, nilai ekspor produk halal Indonesia diperkirakan baru mencapai USD 6 miliar atau peringkat ke-21 dunia. Sedangkan untuk ekspor fesyen muslim diperkirakan sebesar USD 4,1 miliar atau peringkat ke-13 dunia,” ujar Mendag.

Mendag menambahkan, untuk meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di pasar global, Kemendag juga akan bekerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia melalui BNI Xpora untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus dari segi pembiayaan dan jaringan agar buyer di luar negeri melihat dan tertarik.

Sedangkan, pada Embracing JMFW akan diselenggarakan peragaan busana, temu wicara, dan showcase mini di bidang fesyen termasuk kosmetika halal yang akan menampilkan hasil karya desainer muslim Indonesia dan internasional serta produk kosmetika halal.

Menurut Mendag, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai pusat produk halal dan kiblat fesyen muslim dunia karena dukungan sumber daya serta daya saing produk yang dimiliki.

“Dengan diselenggarakannya dua kegiatan ini, diharapkan Indonesia akan semakin mampu bersaing di pasar global dengan produk-produk halal dan fesyen muslimnya. Sehingga, bukan hanya menjadi jagoan di pasar lokal, tetapi juga di pasar regional dan global,” pungkas Mendag. (*/jay)


JAKARTA – Dua agenda besar yang berhubungan dengan industri halal bakal digelar dalam waktu dekat di Jakarta.

Event tersebut adalah Halal Trade Forum secara hibrida pada 22 Oktober 2021; dan Embracing Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) pada 18 November 2021 di Aquatik Stadium Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.

Dua event besar itu merupakan bagian dari ajang Trade Expo-Digital Edition (TEI-DE) 2021 yang berlangsung pada 21 Oktober—4 November 2021 (online interactive) hingga 20 Desember 2021 (showcase).

Agenda besar itu untuk mencapai target Indonesia sebagai pusat industri produk halal dan kiblat fesyen muslim dunia.

“Halal Trade Forum dan Embracing JMFW yang digelar pada TEI-DE 2021 ini menjadi pembeda dari gelaran TEI yang berlangsung pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam penyelenggaraan TEI-DE 2021 ini kita punya dua pesan yang ingin diwujudkan, yaitu Indonesia sebagai pusat industri halal dunia dan Jakarta menjadi kiblat industri fesyen Islam dunia. Kedua hal tersebut akan kita mulai tahun ini,” terang Mendag Lutfi.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (kiri) memberikan apresiasi kepada eksportir Indonesia yang berkinerja baik melalui Penghargaan Primaniyarta. (KEMENDAG FOR RADARSURABAYA.JAWAPOS.COM)

Menurut Mendag, pasar produk halal dunia adalah pasar yang sangat menjanjikan. Warga muslim dunia diperkirakan membelanjakan lebih dari USD 2 triliun di sektor makanan, produk farmasi, kosmetik, fashion, serta rekreasi. Ini adalah peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik.

“Saat ini, nilai ekspor produk halal Indonesia diperkirakan baru mencapai USD 6 miliar atau peringkat ke-21 dunia. Sedangkan untuk ekspor fesyen muslim diperkirakan sebesar USD 4,1 miliar atau peringkat ke-13 dunia,” ujar Mendag.

Mendag menambahkan, untuk meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di pasar global, Kemendag juga akan bekerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia melalui BNI Xpora untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus dari segi pembiayaan dan jaringan agar buyer di luar negeri melihat dan tertarik.

Sedangkan, pada Embracing JMFW akan diselenggarakan peragaan busana, temu wicara, dan showcase mini di bidang fesyen termasuk kosmetika halal yang akan menampilkan hasil karya desainer muslim Indonesia dan internasional serta produk kosmetika halal.

Menurut Mendag, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai pusat produk halal dan kiblat fesyen muslim dunia karena dukungan sumber daya serta daya saing produk yang dimiliki.

“Dengan diselenggarakannya dua kegiatan ini, diharapkan Indonesia akan semakin mampu bersaing di pasar global dengan produk-produk halal dan fesyen muslimnya. Sehingga, bukan hanya menjadi jagoan di pasar lokal, tetapi juga di pasar regional dan global,” pungkas Mendag. (*/jay)



Most Read

Berita Terbaru