alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Ekspor Meningkat, Sekar Bumi Kembali Terima Penghargaan Primaniyarta 

SURABAYA – Meskipun pasar global masih dibayangi pandemi Covid 19, namun PT Sekar Bumi Tbk masih mampu meningkatkan ekspornya. Bahkan untuk ke-8 kalinya, tahun ini perusahaan asal Surabaya ini terpilih sebagai salah satu penerima Primaniyarta Award dari Kementerian Perdagangan RI.

Menurut Harry Lukmito, CEO PT Sekar Bumi Tbk, tahun ini, Sekar Bumi kembali terpilih sebagai pemenang Primaniyarta untuk kategori pembangun merek global (global brand developer). Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di acara Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis, 21 Oktober 2021.

Sampai dengan bulan Juni 2021 yang lalu, Sekar Bumi berhasil meningkatkan penjualannya sebesar 37 persen dari periode sebelumnya. Pencapaian ini mengikuti kinerja penjualan tahun 2020 yang naik signifikan 50 persen dibandingkan tahun 2019. Pencapaian tersebut salah satunya karena inovasi dan pengembangan produk makanan yang terus dilakukan.

“Kami akan terus melakukan inovasi dan memproduksi banyak variasi produk guna menjawab permintaan konsumen yang terus tumbuh setiap tahun. Hingga saat ini sekitar 90 persen produk kami ekspor,” kata Harry Lukmito secara online, Kamis (21/10).

Saat ini beberapa produk unggulan Sekar Bumi selain udang beku adalah produk dim sum, breaded shrimp, bakso-baksoan, serta kacang mente dan produk kacang lainnya. Namun, produk makanan beku lainnya yang mulai diekspor dalam bentuk frozen di antaranya tape goreng, pisang goreng kipas, tahu isi, tempe goreng tepung, bandeng presto dan banyak lagi lainnya.

“Jadi permintaan untuk makanan lokal tanah air pun ada dan akan terus kami tingkatkan. Selain itu, produk udang dengan nilai tambah tetap akan terus kami kembangkan seperti marinated shrimp, breaded shrimp, shrimp skewer, dan variasi lainnya,” tambah Harry Lukmito.

Selain untuk pasar ekspor, produk makanan perseroan juga bisa ditemui di dalam negeri, salah satunya melalui platform penjualan e-commerce. Di bawah umbrella brand kami yaitu FINNA, dan merek Bumifood dan Mitraku, pihaknya juga akan terus mengembangkan pasar domestik.

“Saat ini, ada beberapa produk menarik yang akan kami luncurkan, di antaranya dumpling warna-warni, paket steamboat, chicken gyoza,” ujarnya.

Terkait Penghargaan Primaniyarta yang ke-8 ini, dia mengaku berterimakasih kepada pemerintah dan khususnya Kementerian Perdagangan yang telah menyediakan platform ini guna memberikan pengakuan dan semangat bagi para eksportir untuk dapat terus menjaga posisi dan kinerja di pasar global.

Primaniyarta Award merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah Indonesia kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor dan dapat menjadi tauladan bagi eksportir lain.

“Kami berterimakasih kepada pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan. Kami akan terus melakukan inovasi dan pengembangan pasar ekspor sehingga produk kami semakin luas di terima di pasar global,” tandas Harry Lukmito. (fix/jay)


SURABAYA – Meskipun pasar global masih dibayangi pandemi Covid 19, namun PT Sekar Bumi Tbk masih mampu meningkatkan ekspornya. Bahkan untuk ke-8 kalinya, tahun ini perusahaan asal Surabaya ini terpilih sebagai salah satu penerima Primaniyarta Award dari Kementerian Perdagangan RI.

Menurut Harry Lukmito, CEO PT Sekar Bumi Tbk, tahun ini, Sekar Bumi kembali terpilih sebagai pemenang Primaniyarta untuk kategori pembangun merek global (global brand developer). Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di acara Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis, 21 Oktober 2021.

Sampai dengan bulan Juni 2021 yang lalu, Sekar Bumi berhasil meningkatkan penjualannya sebesar 37 persen dari periode sebelumnya. Pencapaian ini mengikuti kinerja penjualan tahun 2020 yang naik signifikan 50 persen dibandingkan tahun 2019. Pencapaian tersebut salah satunya karena inovasi dan pengembangan produk makanan yang terus dilakukan.

“Kami akan terus melakukan inovasi dan memproduksi banyak variasi produk guna menjawab permintaan konsumen yang terus tumbuh setiap tahun. Hingga saat ini sekitar 90 persen produk kami ekspor,” kata Harry Lukmito secara online, Kamis (21/10).

Saat ini beberapa produk unggulan Sekar Bumi selain udang beku adalah produk dim sum, breaded shrimp, bakso-baksoan, serta kacang mente dan produk kacang lainnya. Namun, produk makanan beku lainnya yang mulai diekspor dalam bentuk frozen di antaranya tape goreng, pisang goreng kipas, tahu isi, tempe goreng tepung, bandeng presto dan banyak lagi lainnya.

“Jadi permintaan untuk makanan lokal tanah air pun ada dan akan terus kami tingkatkan. Selain itu, produk udang dengan nilai tambah tetap akan terus kami kembangkan seperti marinated shrimp, breaded shrimp, shrimp skewer, dan variasi lainnya,” tambah Harry Lukmito.

Selain untuk pasar ekspor, produk makanan perseroan juga bisa ditemui di dalam negeri, salah satunya melalui platform penjualan e-commerce. Di bawah umbrella brand kami yaitu FINNA, dan merek Bumifood dan Mitraku, pihaknya juga akan terus mengembangkan pasar domestik.

“Saat ini, ada beberapa produk menarik yang akan kami luncurkan, di antaranya dumpling warna-warni, paket steamboat, chicken gyoza,” ujarnya.

Terkait Penghargaan Primaniyarta yang ke-8 ini, dia mengaku berterimakasih kepada pemerintah dan khususnya Kementerian Perdagangan yang telah menyediakan platform ini guna memberikan pengakuan dan semangat bagi para eksportir untuk dapat terus menjaga posisi dan kinerja di pasar global.

Primaniyarta Award merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah Indonesia kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor dan dapat menjadi tauladan bagi eksportir lain.

“Kami berterimakasih kepada pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan. Kami akan terus melakukan inovasi dan pengembangan pasar ekspor sehingga produk kami semakin luas di terima di pasar global,” tandas Harry Lukmito. (fix/jay)



Most Read

Berita Terbaru