alexametrics
27 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Tahun Ini, Demand Office Space di Surabaya Mulai Tumbuh Lagi

SURABAYA – Meskipun masih dibayangi pandemi, namun demand office space di Surabaya mulai tumbuh. Bahkan trendnya saat ini banyak end user yang membutuhkan office space. Berbeda dengan sebelumnya yang banyak didominasi kalangan investor.

Menurut Tutut Gunaedi, Operational GM CiputraWold Office, Apartement & SOHO, hingga saat ini market office di Surabaya masih bagus. Hal ini didorong banyak pengusaha yang ingin melakukan upgrading ruang kerjanya. Sehingga mereka memerlukan office yang lebih besar lagi.

Selain itu, banyak juga yang ingin memindahkan kantornya yang dirasa lebih nyaman dan prestise dengan fasilitas yang lebih lengkap. Sehingga banyak pengusaha yang harus membeli office space untuk meningkatkan kinerja bisnis.

“Dibanding sebelum pandemi memang belum tumbuh. Tapi dibanding 2020, tahun ini pertumbuhannya sangat besar,” kata Tutut Gunaedi saat meninjau Ciputra World Office Surabaya, Selasa (19/10).

Hingga kemarin, Ciputra World Office setinggi 30 lantai sudah terjual 70 persen dengan harga Rp 29 juta per meter persegi. Dia yakin tahun ini ada penambahan yang signifikan lagi. Pasalnya, banyak pemilik modal yang mencari ruang perkantoran dengan ukuran yang lebih besar.

Apalagi sejak pandemi, banyak pengusaha yang melakukan kegiatan bisnisnya secara online. Sehingga mereka memerlukan ruang kerja yang nyaman dengan fasilitas yang lengkap. Saat ini sudah 50 persen Ciputra World Office yang sudah dipakai pemiliknya.

Bahkan tidak sedikit perusahaan yang relokasi dari kantor lama ke Ciputra World Office seperti perusahaan start up, keuangan, konsultan, penerbangan, kesehatan dan IT. Mereka umumnya mengambil space yang cukup besar untuk mendukung operasional perusahaan. “Sekarang banyak end user yang membutuhkan office space. Hal ini berbeda dengan saat awal dipasarkan dulu yang dominan justru investor,” tambahnya.

Sisa waktu tiga bulan akan dimaksimalkan untuk mendongkrak penjualan office. Diharapkan sampai akhir tahun 2021 nanti, ada tambahan 1-2 lantai lagi yang terjual. Pihaknya memberikan banyak promo HUT Ciputra Group ke-40 dimana DP bisa dari 4 persen dengan bunga 4,40 persen fix tiga tahun.

Dia mengaku, tidak semua space office akan dijual. Ada tujuh lantai yang akan di-keep dan kelola sendiri untuk disewakan pada customer. Bahkan untuk anchor tenant nanti bisa menggunakan tower sebagai brand perusahaan seperti DBS Tower di Ciputra World Jakarta. “Saat ini ada beberapa perusahaan yang melakukan penjajakan. Kami optimis akan segera deal. Tinggal kecocokan harga saja,” ujar Tutut.

Pihaknya juga akan melakukan re-design Sky Residence. Karena market Sky Residence adalah pengusaha yang sudah mapan sehingga membutuhkan apartemen yang lebih luas. Sky Residence yang awalnya dikonsep 2 bedroom 70 meter persegi, nantinya akan dibikin sekitar 100-an meter persegi seperti di Via & Vue.

“Tadinya memang kami bikin agak kecil. Tapi sekarang justru banyak yang cari ukuran lebih besar. Jadi nanti akan kami re-design,” tandas Tutut Gunaedi. (fix/jay)


SURABAYA – Meskipun masih dibayangi pandemi, namun demand office space di Surabaya mulai tumbuh. Bahkan trendnya saat ini banyak end user yang membutuhkan office space. Berbeda dengan sebelumnya yang banyak didominasi kalangan investor.

Menurut Tutut Gunaedi, Operational GM CiputraWold Office, Apartement & SOHO, hingga saat ini market office di Surabaya masih bagus. Hal ini didorong banyak pengusaha yang ingin melakukan upgrading ruang kerjanya. Sehingga mereka memerlukan office yang lebih besar lagi.

Selain itu, banyak juga yang ingin memindahkan kantornya yang dirasa lebih nyaman dan prestise dengan fasilitas yang lebih lengkap. Sehingga banyak pengusaha yang harus membeli office space untuk meningkatkan kinerja bisnis.

“Dibanding sebelum pandemi memang belum tumbuh. Tapi dibanding 2020, tahun ini pertumbuhannya sangat besar,” kata Tutut Gunaedi saat meninjau Ciputra World Office Surabaya, Selasa (19/10).

Hingga kemarin, Ciputra World Office setinggi 30 lantai sudah terjual 70 persen dengan harga Rp 29 juta per meter persegi. Dia yakin tahun ini ada penambahan yang signifikan lagi. Pasalnya, banyak pemilik modal yang mencari ruang perkantoran dengan ukuran yang lebih besar.

Apalagi sejak pandemi, banyak pengusaha yang melakukan kegiatan bisnisnya secara online. Sehingga mereka memerlukan ruang kerja yang nyaman dengan fasilitas yang lengkap. Saat ini sudah 50 persen Ciputra World Office yang sudah dipakai pemiliknya.

Bahkan tidak sedikit perusahaan yang relokasi dari kantor lama ke Ciputra World Office seperti perusahaan start up, keuangan, konsultan, penerbangan, kesehatan dan IT. Mereka umumnya mengambil space yang cukup besar untuk mendukung operasional perusahaan. “Sekarang banyak end user yang membutuhkan office space. Hal ini berbeda dengan saat awal dipasarkan dulu yang dominan justru investor,” tambahnya.

Sisa waktu tiga bulan akan dimaksimalkan untuk mendongkrak penjualan office. Diharapkan sampai akhir tahun 2021 nanti, ada tambahan 1-2 lantai lagi yang terjual. Pihaknya memberikan banyak promo HUT Ciputra Group ke-40 dimana DP bisa dari 4 persen dengan bunga 4,40 persen fix tiga tahun.

Dia mengaku, tidak semua space office akan dijual. Ada tujuh lantai yang akan di-keep dan kelola sendiri untuk disewakan pada customer. Bahkan untuk anchor tenant nanti bisa menggunakan tower sebagai brand perusahaan seperti DBS Tower di Ciputra World Jakarta. “Saat ini ada beberapa perusahaan yang melakukan penjajakan. Kami optimis akan segera deal. Tinggal kecocokan harga saja,” ujar Tutut.

Pihaknya juga akan melakukan re-design Sky Residence. Karena market Sky Residence adalah pengusaha yang sudah mapan sehingga membutuhkan apartemen yang lebih luas. Sky Residence yang awalnya dikonsep 2 bedroom 70 meter persegi, nantinya akan dibikin sekitar 100-an meter persegi seperti di Via & Vue.

“Tadinya memang kami bikin agak kecil. Tapi sekarang justru banyak yang cari ukuran lebih besar. Jadi nanti akan kami re-design,” tandas Tutut Gunaedi. (fix/jay)



Most Read

Berita Terbaru