30 C
Surabaya
Thursday, December 8, 2022

Bukit Darmo dan Happy Grow Ajak Anak-Anak Bermain dan Belajar Golf Usia Dini

SURABAYA – Untuk melahirkan atlet golf berkualitas dimasa depan, pengenalan dan pembelajaran olahraga ini perlu dilakukan sejak dini. Sehingga anak-anak muda semakin mengenal dan mencintai olahraga golf.

Menurut Miftoh Hadi, General Manager Bukit Darmo Golf (BDG), pihaknya terus berkomitmen untuk memberikan ruang yang luas bagi para generasi milenial yang ingin bermain golf. Selain lewat wadah golf academy, pihaknya konsisten mengadakan turnamen golf untuk para milenial.

Hasilnya, kini semakin banyak anak-anak muda yang menyukai olahraga asal Skotlandia ini. Mereka terlihat aktif melakukan aktivitas golf di padang golf karya Jack Nickalus ini. Selain aktif mengikuti turnamen, banyak juga yang datang ke driving range untuk melatih skill terutama tee shot -nya.

“Sejak pandemi, semakin banyak anak-anak muda yang berlatih dan bermain golf disini. Sekarang ada sekitar 250-an anak yang aktif,” ujar Miftoh Hadi, Sabtu (17/9).

Bahkan saat ini, beberapa sekolah formal dan informal juga banyak yang melakukan kerjasama dengan BDG. Ada yang dari usia PAUD hingga SMU. Hal ini cukup bagus. Sebab, mengenal lebih dini akan menimbulkan awarae pada anak-anak pada olahraga ini. Sehingga ke depan akan lahir atlet golf berkualitas.

“Seperti hari ini, anak-anak usia PAUD dari Happy Grow mulai dkenalkan olahraga golf dan diajak bermain golf. Yang penting kenal dulu. Kami menyambut baik inisiasi ini,” tambahnya.

Sementara itu, Mutia Nur Amalina, Founder Happy Grow, menjelaskan, pihaknya sengaja mengajak anak-anak untuk bermain golf. Selain kedepan berpotensi melahirkan pegolf handal, juga agar ada perubahan mindset bahwa golf tidak hanya bisa nikmati kalangan menengah atas saja, namun juga masyarakat lain.

Selain itu, pengenalan olahraga ini juga bagian dari misi dan visi Fun Grow. Sebagai Lembaga Pendidikan non formal, pihaknya sengaja mengajak anak-anak belajar sambil bermainn. Dan kebetulan Happy Grow lebih fokus mengajari anak-anak pada sport dan profesi.

“Anak-anak kami ajak belajar sambil bermain. Golf itu olahraga yang bisa dipelajari dan kid friendly. Kami juga ajari olahraga lain sepereti soccer, renang, basket dan soccer. Untuk profesi kami ajak bermain sambil belajar berbagai profesi seperti bermain jadi chef, dokter dan lainnya,” ujarnya.

Dia mengaku, untuk pengenalan olahraga golf pada anak-anak usia 3-7 tahun di Surabaya sejauh ini belum ada. Sehingga Happy Grow dikatakan sebagai yang pertama. Pihaknya akan mengadakan event yang dikemas sambil bermain secara berkelanjutan. Bukan hanya di Surabaya, namun juga di kota lain termasuk Jakarta.

Kegiatan belajar sambil bermain yang dikemas unik dan menarik ini akan memberikan kesan tersendiri bagi anak dan orang tuanya. Acara ini juga mendapat sambutan cukup bagus. Terbukti, meskipun baru pertama kali mengadakan Fun Golf untuk anak-anak usia PAUD, namun yang ikut cukup banyak. Ada 30-an anak yang ikut. Selain dari member Happy Grow, juga ada beberapa peserta dari luar.

“Rencana bulan depan kami adakan lagi. Kami juga sudah plan nanti Fun Golf ke Jakarta. Kami sengaja membatasi. Untuk golf lessonya dari tim Bukit Darmo Golf. Sementara untuk kegiatan anak-anaknya dari tim Happy Grow. Satu kakak membawi lima anak,” kata Mutia.

Sementara itu, Maryoko, salah satu pengurus Persatuan Golf Indonesia (PGI) Jatim menambahkan, kegiatan Fun Golf seperti ini cukup bagus. Sebab, tanpa dikenalkan secara langsung di lapangan, mereka tidak akan mengerti apa itu golf.

Dia yakin dengan semakin banyak anak-anak dan milenial yang mengenal dan mencitai golf, maka kedepan akan lahir pegolf-pegolf berkualitas yang bisa membawa nama baik Jatim dan Indonesia. Apalagi pengelolah padang golf juga memberikan support untuk anak-anank muda yang bemain golf.

“Sekarang sudah banyak pegolf muda di Jatim. Beberapa juga sudah berprestasi. PGI juga secara rutin mengadakan turnamen golf untuk junior,” ujar Maryoko. (fix/jay)

SURABAYA – Untuk melahirkan atlet golf berkualitas dimasa depan, pengenalan dan pembelajaran olahraga ini perlu dilakukan sejak dini. Sehingga anak-anak muda semakin mengenal dan mencintai olahraga golf.

Menurut Miftoh Hadi, General Manager Bukit Darmo Golf (BDG), pihaknya terus berkomitmen untuk memberikan ruang yang luas bagi para generasi milenial yang ingin bermain golf. Selain lewat wadah golf academy, pihaknya konsisten mengadakan turnamen golf untuk para milenial.

Hasilnya, kini semakin banyak anak-anak muda yang menyukai olahraga asal Skotlandia ini. Mereka terlihat aktif melakukan aktivitas golf di padang golf karya Jack Nickalus ini. Selain aktif mengikuti turnamen, banyak juga yang datang ke driving range untuk melatih skill terutama tee shot -nya.

“Sejak pandemi, semakin banyak anak-anak muda yang berlatih dan bermain golf disini. Sekarang ada sekitar 250-an anak yang aktif,” ujar Miftoh Hadi, Sabtu (17/9).

Bahkan saat ini, beberapa sekolah formal dan informal juga banyak yang melakukan kerjasama dengan BDG. Ada yang dari usia PAUD hingga SMU. Hal ini cukup bagus. Sebab, mengenal lebih dini akan menimbulkan awarae pada anak-anak pada olahraga ini. Sehingga ke depan akan lahir atlet golf berkualitas.

“Seperti hari ini, anak-anak usia PAUD dari Happy Grow mulai dkenalkan olahraga golf dan diajak bermain golf. Yang penting kenal dulu. Kami menyambut baik inisiasi ini,” tambahnya.

Sementara itu, Mutia Nur Amalina, Founder Happy Grow, menjelaskan, pihaknya sengaja mengajak anak-anak untuk bermain golf. Selain kedepan berpotensi melahirkan pegolf handal, juga agar ada perubahan mindset bahwa golf tidak hanya bisa nikmati kalangan menengah atas saja, namun juga masyarakat lain.

Selain itu, pengenalan olahraga ini juga bagian dari misi dan visi Fun Grow. Sebagai Lembaga Pendidikan non formal, pihaknya sengaja mengajak anak-anak belajar sambil bermainn. Dan kebetulan Happy Grow lebih fokus mengajari anak-anak pada sport dan profesi.

“Anak-anak kami ajak belajar sambil bermain. Golf itu olahraga yang bisa dipelajari dan kid friendly. Kami juga ajari olahraga lain sepereti soccer, renang, basket dan soccer. Untuk profesi kami ajak bermain sambil belajar berbagai profesi seperti bermain jadi chef, dokter dan lainnya,” ujarnya.

Dia mengaku, untuk pengenalan olahraga golf pada anak-anak usia 3-7 tahun di Surabaya sejauh ini belum ada. Sehingga Happy Grow dikatakan sebagai yang pertama. Pihaknya akan mengadakan event yang dikemas sambil bermain secara berkelanjutan. Bukan hanya di Surabaya, namun juga di kota lain termasuk Jakarta.

Kegiatan belajar sambil bermain yang dikemas unik dan menarik ini akan memberikan kesan tersendiri bagi anak dan orang tuanya. Acara ini juga mendapat sambutan cukup bagus. Terbukti, meskipun baru pertama kali mengadakan Fun Golf untuk anak-anak usia PAUD, namun yang ikut cukup banyak. Ada 30-an anak yang ikut. Selain dari member Happy Grow, juga ada beberapa peserta dari luar.

“Rencana bulan depan kami adakan lagi. Kami juga sudah plan nanti Fun Golf ke Jakarta. Kami sengaja membatasi. Untuk golf lessonya dari tim Bukit Darmo Golf. Sementara untuk kegiatan anak-anaknya dari tim Happy Grow. Satu kakak membawi lima anak,” kata Mutia.

Sementara itu, Maryoko, salah satu pengurus Persatuan Golf Indonesia (PGI) Jatim menambahkan, kegiatan Fun Golf seperti ini cukup bagus. Sebab, tanpa dikenalkan secara langsung di lapangan, mereka tidak akan mengerti apa itu golf.

Dia yakin dengan semakin banyak anak-anak dan milenial yang mengenal dan mencitai golf, maka kedepan akan lahir pegolf-pegolf berkualitas yang bisa membawa nama baik Jatim dan Indonesia. Apalagi pengelolah padang golf juga memberikan support untuk anak-anank muda yang bemain golf.

“Sekarang sudah banyak pegolf muda di Jatim. Beberapa juga sudah berprestasi. PGI juga secara rutin mengadakan turnamen golf untuk junior,” ujar Maryoko. (fix/jay)

Most Read

Berita Terbaru


/