alexametrics
34 C
Surabaya
Friday, October 22, 2021

Perpanjang Pameran Virtual, BCA Optimis Capai Target Penyaluran Kredit

SURABAYA – Meskipun masih dibayangi pandemi Covid-19, namun Bank BCA Kantor Kredit Konsumer Surabaya optimis target penjualan akan tercapai. Sebab itu, bank swasta terbesar di Indonesia ini memperpanjang acara pameran virtual hingga 11 November 2021.

Menurut Rudy Harsono, Vice President Kredit Konsumer BCA Surabaya, sebenarnya acara BCA Expo secara virtual yang digelar sejak 9 September 2021 akan berakhir pada 10 Oktober 2021. Namun karena banyak permintaaan dari customer akhirnya expo tersebut diperpanjang.

“Banyak permintaan dari customer termasuk dari beberapa developer akhirnya BCA Expo secara online kami perpanjang hingga 11 November 2021,” kata Rudy Harsono, Rabu (13/10).

Dikatakan, sebenarnya kegiatan BCA Expo secara online target utamanya bukan semata-mata jualan produk. Namun yang lebih penting bahwa BCA me-remind dan meng edukasi masyarakat bahwa ditengah pandemi BCA tetap menyediakan fasilitas KPR dan kredit consumer lainnya.

Sebab itu, meskipun secara hasil BCA Expo kali ini tidak sebagus pada BCA Expo September 2020, namun expo tersebut tetap berdampak. Sehingga masyarakat yang ingin membeli rumah dengan cara mencicil lewat KPR bisa mewujudkan impiannya.

Apalagi, kondisi market property tahun ini lebih bagus dari tahun lalu karena tertolong adanya program PPN Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) sehingga banyak developer terutama yang memiliki sisa rumah ready stok kebanjiran pembeli.

“Karena itu, meskipun kondisinya masih kurang bagus, kami tetap optimis target penyaluran kredit tahun ini Rp 4-5 triliun akan tercapai. Kerjasama dengan developer terus kami lakukan meskipun sekarang hanya 50 persen yang aktif,” tambahnya.

Terkait pasar property, dia mengaku belum bisa memastikan. Namun mengingat kondisnya yang masih dibayangi pandemi, dia belum yakin tahun 2022 kondisinya akan pulih seperti sebelum ada pandemi. Dia yakin market property akan benar-benar stabil pada tahun 2023 atau 2024.

Hingga saat ini pihaknya masih bersikap prudent meskipun ada kelonggaran dibanding awal pandemi Maret 2020. Karena pada awal pandemi banyak debitur yang mengajukan restrukturisasi hutang. Jumlahnya bisa 18 persen dari total debitur.

Tahun ini refinancing akan dilakukan jika usaha debitur ada perkembangan membaik. Hingga September 2021  refinancing turun drastis. Sebelumnya, refinancing berkontribusi 60 persen dari total penyaluran kredit BCA Surabaya. Sisanya dari developer 20 persen, broker persen dan kredit lainnya 10 persen.

“Tahun ini refinancing berkontribusi 40 persen. Kredit untuk developer naik 30 persen. Kami harus berhati-hati sebelum refinancing. Sebab bila salah akan menambah NPL. Ini yang harus kami jaga. Jangan sampai NPL naik,” tandas Rudy yang hobi olahraga golf ini.

Yang menarik, justru selama beberapa bulan terakhir ada trend debitur yang memiliki modal justru melunasi hutang-hutangnya. Alasanya, mereka tidak mau terbebani hutang dan cicilan. Sementara kondisi ekonomi masih belum bisa diprediksi seperti apa kedepan karena masih pandemi. Jumlahnya lumayan banyak dengan plafon kredit antara Rp 1-5 miliar.

Selain itu, konsumen yang memiliki dana dan ingin berinvestasi di sektor property, juga banyak yang melakukan pembelian secara cash. Mereka umumnya mengejar momen PPN DTP yang akan berakhir pada 31 Desember 2021. Hal ini membuat penyaluran kredit tidak bertumbuh signifikan.

“Kami terus berupaya meningkatkan penjualan. Selain BCA Expo kami juga agresif mengisi acara webinar dan open house. Kita join program sama developer,” tandas Rudy Harsono. (fix/jay)


SURABAYA – Meskipun masih dibayangi pandemi Covid-19, namun Bank BCA Kantor Kredit Konsumer Surabaya optimis target penjualan akan tercapai. Sebab itu, bank swasta terbesar di Indonesia ini memperpanjang acara pameran virtual hingga 11 November 2021.

Menurut Rudy Harsono, Vice President Kredit Konsumer BCA Surabaya, sebenarnya acara BCA Expo secara virtual yang digelar sejak 9 September 2021 akan berakhir pada 10 Oktober 2021. Namun karena banyak permintaaan dari customer akhirnya expo tersebut diperpanjang.

“Banyak permintaan dari customer termasuk dari beberapa developer akhirnya BCA Expo secara online kami perpanjang hingga 11 November 2021,” kata Rudy Harsono, Rabu (13/10).

Dikatakan, sebenarnya kegiatan BCA Expo secara online target utamanya bukan semata-mata jualan produk. Namun yang lebih penting bahwa BCA me-remind dan meng edukasi masyarakat bahwa ditengah pandemi BCA tetap menyediakan fasilitas KPR dan kredit consumer lainnya.

Sebab itu, meskipun secara hasil BCA Expo kali ini tidak sebagus pada BCA Expo September 2020, namun expo tersebut tetap berdampak. Sehingga masyarakat yang ingin membeli rumah dengan cara mencicil lewat KPR bisa mewujudkan impiannya.

Apalagi, kondisi market property tahun ini lebih bagus dari tahun lalu karena tertolong adanya program PPN Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) sehingga banyak developer terutama yang memiliki sisa rumah ready stok kebanjiran pembeli.

“Karena itu, meskipun kondisinya masih kurang bagus, kami tetap optimis target penyaluran kredit tahun ini Rp 4-5 triliun akan tercapai. Kerjasama dengan developer terus kami lakukan meskipun sekarang hanya 50 persen yang aktif,” tambahnya.

Terkait pasar property, dia mengaku belum bisa memastikan. Namun mengingat kondisnya yang masih dibayangi pandemi, dia belum yakin tahun 2022 kondisinya akan pulih seperti sebelum ada pandemi. Dia yakin market property akan benar-benar stabil pada tahun 2023 atau 2024.

Hingga saat ini pihaknya masih bersikap prudent meskipun ada kelonggaran dibanding awal pandemi Maret 2020. Karena pada awal pandemi banyak debitur yang mengajukan restrukturisasi hutang. Jumlahnya bisa 18 persen dari total debitur.

Tahun ini refinancing akan dilakukan jika usaha debitur ada perkembangan membaik. Hingga September 2021  refinancing turun drastis. Sebelumnya, refinancing berkontribusi 60 persen dari total penyaluran kredit BCA Surabaya. Sisanya dari developer 20 persen, broker persen dan kredit lainnya 10 persen.

“Tahun ini refinancing berkontribusi 40 persen. Kredit untuk developer naik 30 persen. Kami harus berhati-hati sebelum refinancing. Sebab bila salah akan menambah NPL. Ini yang harus kami jaga. Jangan sampai NPL naik,” tandas Rudy yang hobi olahraga golf ini.

Yang menarik, justru selama beberapa bulan terakhir ada trend debitur yang memiliki modal justru melunasi hutang-hutangnya. Alasanya, mereka tidak mau terbebani hutang dan cicilan. Sementara kondisi ekonomi masih belum bisa diprediksi seperti apa kedepan karena masih pandemi. Jumlahnya lumayan banyak dengan plafon kredit antara Rp 1-5 miliar.

Selain itu, konsumen yang memiliki dana dan ingin berinvestasi di sektor property, juga banyak yang melakukan pembelian secara cash. Mereka umumnya mengejar momen PPN DTP yang akan berakhir pada 31 Desember 2021. Hal ini membuat penyaluran kredit tidak bertumbuh signifikan.

“Kami terus berupaya meningkatkan penjualan. Selain BCA Expo kami juga agresif mengisi acara webinar dan open house. Kita join program sama developer,” tandas Rudy Harsono. (fix/jay)


Most Read

Berita Terbaru