alexametrics
26 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

RKIH Jatim Gaungkan Spirit UMKM

SURABAYA – Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) Jawa Timur ingin berperan serta dalam penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Yakni dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama dengan berbagai pihak seperti Sentra Komunitas Millenial (Skomill), Bank Nasional Indonesia (BNI) dan Himpunan Pengusaha Mikro Kecil Indonesia (HIPMIKINDO) dalam event Jatim Fair Hybrid 2021 di Grand City, Sabtu (9/10) lalu.

Acara penandatanganan nota kesepahaman ini dimulai dengan talkshow tentang potensi UMKM dari berbagai pakar. Kegiatan ini dihadiri istri Sekkota Surabaya, Hj Chusnur Ismiati, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Dra Wiwiek Widayati, Owner Preston Cookware Diti Amandante, Pejabat BNI Agung Kurniawan, dan Gemilang Putra yang merupakan CEO dari Griyamu.com.

Pelaksana Harian (Plh) Ketua RKIH Jatim Lia Istifhama mengatakan, pihaknya ingin mewarnai penguatan UMKM dengan beragam kreasi cara dan strategi. “Dalam menguatkan bisnis, tentu dibutuhkan strategi. Diantaranya adalah strategi APIK, yaitu adaptif dengan perkembangan zaman, inovasi, dan kreatif. Seperti halnya platform RKIH yang ingin menggandeng banyak pihak, terutama anak muda atau generasi milenial,” ujarnya.

Lia menambahkan, keberhasilan bisnis tentu tak lepas dari banyak spirit. Di antaranya adalah spirit UMKM. “U dari kata unggul dalam pemasaran. M adalah menarik, yaitu eye catching dan kreatif dalam kemasan. K adalah kualitas terjamin, dan M yang terakhir adalah memenuhi kebutuhan masyarakat dan manfaat. Dengan begitu, produk UMKM benar-benar sesuai demand (permintaan), bukan hanya want (keinginan),” jelasnya.

Sementara itu Ketua Koperasi Skomill Viki Yossida mengatakan, sebagai salah satu koperasi yang menginkubasi UMKM, pihaknya menggandeng Griyamu.com sebagai salah satu start-up dengan platform investasi digital di bidang properti dengan meluncurkan aplikasi baru bernama Griya Skomill.

“Griya Skomill sebagai salah satu aplikasi kolaborasi yang mampu membantu kegiatan UMKM sehingga menjadi lebih berdaya saing tinggi dan bisa naik kelas. UMKM mempunyai rasa sakit (pain) pada saat pendanaan yaitu ada asset property, dan juga recording pada UMKM itu sendiri. Saya pikir kerja sama strategi antara Skomill dengan Griyamu.com dapat terjalin melalui kemampuan aplikasi Griya Skomill khususnya dalam pengembangan teknologi khusus UMKM ini,” ungkapnya.

Viki memaparkan bahwa aplikasi Griya Skomill ditujukan untuk para pelaku UMKM wilayah Jatim. Serta, ke depan senantiasa berusaha untuk merekam UMKM pada satu tempat yang sama. “Dalam sosialisasinya, kita akan menggunakan media online dan offline. Kita juga akan terus masuk ke kota-kota dan masuk pada pusat-pusat UMKM untuk mendorong para UMKM agar menginstal aplikasi Griya Skomil. Harapannya adalah para UMKM ini dipermudah dalam mendapatkan akses permodalan karena itu merupakan kendala/ pain yang paling sering dialami oleh para UMKM. Sehingga, kedepanya bisa berdaya saing tinggi,” terangnya. (mus/jay)


SURABAYA – Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) Jawa Timur ingin berperan serta dalam penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Yakni dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama dengan berbagai pihak seperti Sentra Komunitas Millenial (Skomill), Bank Nasional Indonesia (BNI) dan Himpunan Pengusaha Mikro Kecil Indonesia (HIPMIKINDO) dalam event Jatim Fair Hybrid 2021 di Grand City, Sabtu (9/10) lalu.

Acara penandatanganan nota kesepahaman ini dimulai dengan talkshow tentang potensi UMKM dari berbagai pakar. Kegiatan ini dihadiri istri Sekkota Surabaya, Hj Chusnur Ismiati, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Dra Wiwiek Widayati, Owner Preston Cookware Diti Amandante, Pejabat BNI Agung Kurniawan, dan Gemilang Putra yang merupakan CEO dari Griyamu.com.

Pelaksana Harian (Plh) Ketua RKIH Jatim Lia Istifhama mengatakan, pihaknya ingin mewarnai penguatan UMKM dengan beragam kreasi cara dan strategi. “Dalam menguatkan bisnis, tentu dibutuhkan strategi. Diantaranya adalah strategi APIK, yaitu adaptif dengan perkembangan zaman, inovasi, dan kreatif. Seperti halnya platform RKIH yang ingin menggandeng banyak pihak, terutama anak muda atau generasi milenial,” ujarnya.

Lia menambahkan, keberhasilan bisnis tentu tak lepas dari banyak spirit. Di antaranya adalah spirit UMKM. “U dari kata unggul dalam pemasaran. M adalah menarik, yaitu eye catching dan kreatif dalam kemasan. K adalah kualitas terjamin, dan M yang terakhir adalah memenuhi kebutuhan masyarakat dan manfaat. Dengan begitu, produk UMKM benar-benar sesuai demand (permintaan), bukan hanya want (keinginan),” jelasnya.

Sementara itu Ketua Koperasi Skomill Viki Yossida mengatakan, sebagai salah satu koperasi yang menginkubasi UMKM, pihaknya menggandeng Griyamu.com sebagai salah satu start-up dengan platform investasi digital di bidang properti dengan meluncurkan aplikasi baru bernama Griya Skomill.

“Griya Skomill sebagai salah satu aplikasi kolaborasi yang mampu membantu kegiatan UMKM sehingga menjadi lebih berdaya saing tinggi dan bisa naik kelas. UMKM mempunyai rasa sakit (pain) pada saat pendanaan yaitu ada asset property, dan juga recording pada UMKM itu sendiri. Saya pikir kerja sama strategi antara Skomill dengan Griyamu.com dapat terjalin melalui kemampuan aplikasi Griya Skomill khususnya dalam pengembangan teknologi khusus UMKM ini,” ungkapnya.

Viki memaparkan bahwa aplikasi Griya Skomill ditujukan untuk para pelaku UMKM wilayah Jatim. Serta, ke depan senantiasa berusaha untuk merekam UMKM pada satu tempat yang sama. “Dalam sosialisasinya, kita akan menggunakan media online dan offline. Kita juga akan terus masuk ke kota-kota dan masuk pada pusat-pusat UMKM untuk mendorong para UMKM agar menginstal aplikasi Griya Skomil. Harapannya adalah para UMKM ini dipermudah dalam mendapatkan akses permodalan karena itu merupakan kendala/ pain yang paling sering dialami oleh para UMKM. Sehingga, kedepanya bisa berdaya saing tinggi,” terangnya. (mus/jay)



Most Read

Berita Terbaru