26 C
Surabaya
Tuesday, January 31, 2023

Inaro 17 dan Pemerintah Rencana Gelar Bali International Airshow 2024

SURABAYA – PT Inaro Tujuh Belas bekerjasama dengan Kementerian Maritim dan Investasi Republik Indonesia, akan menggelar pameran penerbangan (aviasi) di Indonesia. Event menarik bertajuk, Bali International Airshow 2024 tersebut rencananya akan diselenggarakan pada bulan September 2024.

Andy Wismarsyah, Presiden Direktur PT Inaro Tujuh Belas mengatakan, pihaknya bersama pemerintah berencana mengadakan Bali International Airshow 2024. Event ini diharapkan akan memberikan kesempatan kepada pelaku bisnis aviasi manca negara untuk melihat potensi industri aviasi Indonesia.

Dengan begitu, ada banyak kesempatan bagi mereka untuk dapat berinvestasi dalam peningkatan industri aviasi Indonesia, yang pada akhirnya akan mengangkat nama Indonesia di kancah pameran industri penerbangan di dunia.

“Bali International Airshow 2024 juga diharapkan memberikan manfaat bagi Propinsi Bali sendiri, baik untuk meningkatkan pariwisata daerah Bali, menciptakan kesempatan kerja bagi warga lokal, dan peluang bagi pengembangan investasi di Bali,” kata Andy, Senin (5/12)

Dikatakan, penyelenggaraan airshow bertaraf internasional pernah dilaksanakan di Indonesia sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 1986 di Bandara Udara Kemayoran dan tahun 1996 di Bandara Udara Soekarno Hatta Jakarta. Hal ini menunjukan bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan Internasional Airshow sekelas Paris Air Show dan Farnborough Airshow di Inggris.

Baca Juga :  Jauh dari Realisasi, Perluasan Bandara Tunggu Kajian Kemenhub

Bali International Airshow rencananya akan diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Diharapkan menjadi salah satu pameran penerbangan terbesar di Asia dengan standar Internasional dan menjadi pameran bisnis kelas dunia.

Untuk mencapai tujuan tersebut, panitia Bali International Airshow akan mendapat banyak masukan serta arahan dari Dr. Ing. H. Ilham Akbar Habibie, Dip. Ing., M.B.A, pakar penerbangan Indonesia yang akan bertindak selaku penasihat atau Advisory Board Bali International Airshow 2024.

Sementara itu, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sudah selayaknya pemerintah mendukung inisiatif pihak swasta seperti ini, guna mendukung pembangunan dan perkembangan industri di Indonesia.

Bali International Airshow membuka mata dunia akan kemampuan dan kebutuhan transportasi udara di Indonesia dan membuka peluang investasi bagi kalangan bisnis terkait. Dia berharap akan banyak kerja sama bilateral yang bisa disepakati dalam inisiatif semacam ini, yang pada akhirnya mampu meningkatkan kinerja ekspor Indonesia.

Dengan dukungan Pemerintah melalui Kementerian-Kementerian terkait seperti Kementerian Pertahanan, Kementerian Informasi, Kementerian Perhubungan serta Pemerintah Daerah Propinsi Bali, Bali International Air Show 2024 dapat terselenggara dengan baik dan memberikan dampak baik bagi perkembangan investasi baik untuk industri penerbangan maupun pariwisata di Indonesia.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Bayarkan Manfaat JKP Bagi Pekerja Terkena PHK

Dikatakan, Indonesia yang terdiri dari 17.000 kepulauan, memerlukan investasi yang besar untuk meningkatkan industri penerbangan dalam negeri. Indonesia saat ini memiliki 673 bandar udara dengan berbagai ukuran di berbagai daerah yang tentu pembangunan dan pengelolaannya memerlukan biaya yang tidak sedikit.

“Jumlah Bandar udara inipun masih perlu ditambah, mengingat masih banyak daerah pelosok yang akan lebih mudah dijangkau jika menggunakan transportasi udara. Untuk itulah perlu diadakan upaya seperti Bali International Airshow agar tujuan pembangunan industri penerbangan yang diinginkan dapat tercapai,” kata Luhut BP.

Dalam pelaksanaannya nanti, Bali International Airshow 2024, diharapkan mampu mempertemukan kalangan bisnis aviasi baik dari dalam maupun luar negeri. Meningkatkan kerjasama bilateral antara Indonesia dan negara lain di kawasan Asia Pasifik, Eropa dan Amerika Serikat.

Kerja sama bilateral bisa dalam investasi maupun pengadaan transportasi udara yang saat ini masih sangat dibutuhkan baik untuk kebutuhan komersial serta kebutuhan domestik seperti penyemprotan hama dari udara, pemadam kebakaran, kebutuhan evakuasi hingga pemanfaatan untuk meningkatkan kekuatan militer Indonesia. (fix)

SURABAYA – PT Inaro Tujuh Belas bekerjasama dengan Kementerian Maritim dan Investasi Republik Indonesia, akan menggelar pameran penerbangan (aviasi) di Indonesia. Event menarik bertajuk, Bali International Airshow 2024 tersebut rencananya akan diselenggarakan pada bulan September 2024.

Andy Wismarsyah, Presiden Direktur PT Inaro Tujuh Belas mengatakan, pihaknya bersama pemerintah berencana mengadakan Bali International Airshow 2024. Event ini diharapkan akan memberikan kesempatan kepada pelaku bisnis aviasi manca negara untuk melihat potensi industri aviasi Indonesia.

Dengan begitu, ada banyak kesempatan bagi mereka untuk dapat berinvestasi dalam peningkatan industri aviasi Indonesia, yang pada akhirnya akan mengangkat nama Indonesia di kancah pameran industri penerbangan di dunia.

“Bali International Airshow 2024 juga diharapkan memberikan manfaat bagi Propinsi Bali sendiri, baik untuk meningkatkan pariwisata daerah Bali, menciptakan kesempatan kerja bagi warga lokal, dan peluang bagi pengembangan investasi di Bali,” kata Andy, Senin (5/12)

Dikatakan, penyelenggaraan airshow bertaraf internasional pernah dilaksanakan di Indonesia sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 1986 di Bandara Udara Kemayoran dan tahun 1996 di Bandara Udara Soekarno Hatta Jakarta. Hal ini menunjukan bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan Internasional Airshow sekelas Paris Air Show dan Farnborough Airshow di Inggris.

Baca Juga :  Gerai Sepatu Sport Agresif Cari Pasar di Gresik

Bali International Airshow rencananya akan diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Diharapkan menjadi salah satu pameran penerbangan terbesar di Asia dengan standar Internasional dan menjadi pameran bisnis kelas dunia.

Untuk mencapai tujuan tersebut, panitia Bali International Airshow akan mendapat banyak masukan serta arahan dari Dr. Ing. H. Ilham Akbar Habibie, Dip. Ing., M.B.A, pakar penerbangan Indonesia yang akan bertindak selaku penasihat atau Advisory Board Bali International Airshow 2024.

Sementara itu, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sudah selayaknya pemerintah mendukung inisiatif pihak swasta seperti ini, guna mendukung pembangunan dan perkembangan industri di Indonesia.

Bali International Airshow membuka mata dunia akan kemampuan dan kebutuhan transportasi udara di Indonesia dan membuka peluang investasi bagi kalangan bisnis terkait. Dia berharap akan banyak kerja sama bilateral yang bisa disepakati dalam inisiatif semacam ini, yang pada akhirnya mampu meningkatkan kinerja ekspor Indonesia.

Dengan dukungan Pemerintah melalui Kementerian-Kementerian terkait seperti Kementerian Pertahanan, Kementerian Informasi, Kementerian Perhubungan serta Pemerintah Daerah Propinsi Bali, Bali International Air Show 2024 dapat terselenggara dengan baik dan memberikan dampak baik bagi perkembangan investasi baik untuk industri penerbangan maupun pariwisata di Indonesia.

Baca Juga :  BNI - BI Sukseskan Program Nasional Pasar dan Pusat Perbelanjaan SIAP QRIS

Dikatakan, Indonesia yang terdiri dari 17.000 kepulauan, memerlukan investasi yang besar untuk meningkatkan industri penerbangan dalam negeri. Indonesia saat ini memiliki 673 bandar udara dengan berbagai ukuran di berbagai daerah yang tentu pembangunan dan pengelolaannya memerlukan biaya yang tidak sedikit.

“Jumlah Bandar udara inipun masih perlu ditambah, mengingat masih banyak daerah pelosok yang akan lebih mudah dijangkau jika menggunakan transportasi udara. Untuk itulah perlu diadakan upaya seperti Bali International Airshow agar tujuan pembangunan industri penerbangan yang diinginkan dapat tercapai,” kata Luhut BP.

Dalam pelaksanaannya nanti, Bali International Airshow 2024, diharapkan mampu mempertemukan kalangan bisnis aviasi baik dari dalam maupun luar negeri. Meningkatkan kerjasama bilateral antara Indonesia dan negara lain di kawasan Asia Pasifik, Eropa dan Amerika Serikat.

Kerja sama bilateral bisa dalam investasi maupun pengadaan transportasi udara yang saat ini masih sangat dibutuhkan baik untuk kebutuhan komersial serta kebutuhan domestik seperti penyemprotan hama dari udara, pemadam kebakaran, kebutuhan evakuasi hingga pemanfaatan untuk meningkatkan kekuatan militer Indonesia. (fix)

Most Read

Berita Terbaru