alexametrics
25 C
Surabaya
Thursday, January 27, 2022
spot_img

Free PPN, Rumah Ready Stock Jade Sudimoro Langsung Ludes

spot_img

SURABAYA – Kebijakan pemerintah memberikan relaksasi berupa PPN Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) membuat pasar properti tahun 2021 kembali bergairah. Sehingga developer seakan kebanjiran pembeli. Salah satunya adalah PT Jade Development yang mengembangkan perumahan Jade Sudimoro di Sidoarjo.

Menurut Prani Riniwati, Direktur PT Jade Development, sejak adanya kebijakan PPN-DTP atau free PPN maka pasar properti langsung kembali bergairah setelah sebelumnya seakan matisuri akibat pandemi Covid-19. Hal ini membuat semua rumah yang dibangun langsung habis terjual diborong pembeli.

Bahkan karena tingginya permintaan, pihaknya yang semula membangun sebanyak 150 unit rumah ready stock dari berbagai tipe, terpaksa harus menambah 100 unit lagi. Karena yang berminat membel rumah ready stock ternyata sangat banyak.

“Pada awalnya kami membangun 150 unit saja rumah ready  stock dan langsung habis. Karena relaksasi free PPN diperpanjang hingga akhir Desember 2021, kami akhirnya menambah 100 unit lagi. Sekarang mau habis lagi. Hanya sisa beberapa unit,” kata Prani Riniwati, Senin (6/12).

Dikatakan, tingginya permintaan rumah ready stock karena didorong adanya kebijakan pemerintah berupa free PPN. Sehingga konsumen merasa banyak diuntungkan. Selain harganya lebih murah juga rumah sudah siap huni. Sehingga pembeli bisa segera menempati rumah barunya.

Diakui, kebijakan free PPN dampaknya luar biasa bagi pasar properti. Meski di sisi lain, sebagai bagian dari komitmen pengembang, pihaknya harus memastikan rumah dapat selesai tepat waktu. Sebab sebagai syarat program free PPN, rumah harus sudah ready dan serah terima ke konsumen paling lambat pada akhir Desember 2021.

“Kami berkomitmen menyelesaikan semua unit tepat waktu. Sekarang 250 unit rumah ready stock sudah selesai terbangun semuanya. Bahkan sudah serah terima ke konsumen. Sekarang hanya sisa 10 unit yang masih proses serah terima. Lainnya sudah beres,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Jade Sudimoro dikembangkan di atas lahan seluas 9 hektare. Saat ini sudah dibangun sebanyak 650 unit dari tipe kecil dengan harga Rp 250-an juta, hingga tipe yang besar dengan harga sekitar Rp 450-an juta. Hingga saat ini, unit yang sudah dihuni telah mencapai 450-an.

Pihak Jade Development juga membangun berbagai fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penghuni seperti taman bunga, taman bermain, tempat ibadah dan fasilitas olahraga seperti futsal dan bola basket. Fasilitas-fasilitas tersebut saat ini tengah dalam tahap finishing akhir.

Saat ini pihaknya juga tengah mengembangkan bangunan komersial berupa 16 ruko yang berlokasi di area depan perumahan Jade Sudimoro. Rencananya, 16 ruko tersebut akan mulai dipasarkan pada tahun depan. Namun demikian, saat ini sudah ada minimarket yang telah membeli tiga unit ruko dan akan segera beroperasi.

“Tahun depan ruko akan mulai kami bangun. Kami yakin semuanya akan langsung habis. Kami juga mau mengembangkan proyek lain di Sidoarjo. Persiapan lahannya sedang kami matangkan. Mungkin tahun depan sudah bisa mulai kami pasarkan,” tandas Prani Riniwati. (fix/jay)

SURABAYA – Kebijakan pemerintah memberikan relaksasi berupa PPN Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) membuat pasar properti tahun 2021 kembali bergairah. Sehingga developer seakan kebanjiran pembeli. Salah satunya adalah PT Jade Development yang mengembangkan perumahan Jade Sudimoro di Sidoarjo.

Menurut Prani Riniwati, Direktur PT Jade Development, sejak adanya kebijakan PPN-DTP atau free PPN maka pasar properti langsung kembali bergairah setelah sebelumnya seakan matisuri akibat pandemi Covid-19. Hal ini membuat semua rumah yang dibangun langsung habis terjual diborong pembeli.

Bahkan karena tingginya permintaan, pihaknya yang semula membangun sebanyak 150 unit rumah ready stock dari berbagai tipe, terpaksa harus menambah 100 unit lagi. Karena yang berminat membel rumah ready stock ternyata sangat banyak.

“Pada awalnya kami membangun 150 unit saja rumah ready  stock dan langsung habis. Karena relaksasi free PPN diperpanjang hingga akhir Desember 2021, kami akhirnya menambah 100 unit lagi. Sekarang mau habis lagi. Hanya sisa beberapa unit,” kata Prani Riniwati, Senin (6/12).

Dikatakan, tingginya permintaan rumah ready stock karena didorong adanya kebijakan pemerintah berupa free PPN. Sehingga konsumen merasa banyak diuntungkan. Selain harganya lebih murah juga rumah sudah siap huni. Sehingga pembeli bisa segera menempati rumah barunya.

Diakui, kebijakan free PPN dampaknya luar biasa bagi pasar properti. Meski di sisi lain, sebagai bagian dari komitmen pengembang, pihaknya harus memastikan rumah dapat selesai tepat waktu. Sebab sebagai syarat program free PPN, rumah harus sudah ready dan serah terima ke konsumen paling lambat pada akhir Desember 2021.

“Kami berkomitmen menyelesaikan semua unit tepat waktu. Sekarang 250 unit rumah ready stock sudah selesai terbangun semuanya. Bahkan sudah serah terima ke konsumen. Sekarang hanya sisa 10 unit yang masih proses serah terima. Lainnya sudah beres,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Jade Sudimoro dikembangkan di atas lahan seluas 9 hektare. Saat ini sudah dibangun sebanyak 650 unit dari tipe kecil dengan harga Rp 250-an juta, hingga tipe yang besar dengan harga sekitar Rp 450-an juta. Hingga saat ini, unit yang sudah dihuni telah mencapai 450-an.

Pihak Jade Development juga membangun berbagai fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penghuni seperti taman bunga, taman bermain, tempat ibadah dan fasilitas olahraga seperti futsal dan bola basket. Fasilitas-fasilitas tersebut saat ini tengah dalam tahap finishing akhir.

Saat ini pihaknya juga tengah mengembangkan bangunan komersial berupa 16 ruko yang berlokasi di area depan perumahan Jade Sudimoro. Rencananya, 16 ruko tersebut akan mulai dipasarkan pada tahun depan. Namun demikian, saat ini sudah ada minimarket yang telah membeli tiga unit ruko dan akan segera beroperasi.

“Tahun depan ruko akan mulai kami bangun. Kami yakin semuanya akan langsung habis. Kami juga mau mengembangkan proyek lain di Sidoarjo. Persiapan lahannya sedang kami matangkan. Mungkin tahun depan sudah bisa mulai kami pasarkan,” tandas Prani Riniwati. (fix/jay)

Most Read

Berita Terbaru