alexametrics
25 C
Surabaya
Thursday, January 27, 2022
spot_img

Perbanyak Diskon dan Cashback, BRI Genjot Penggunaan Kartu Kredit

spot_img

SURABAYA- PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk me-launching BRI Easy Card untuk meningkatkan kontribusi penggunaan kartu kredit kepada nasabahnya. Pasalnya, pengguna kartu kredit BRI masih rendah dibandingkan dengan penyaluran kredit Bank BRI yang mencapai Rp 29,7 triliun sampai September 2017.

Kepala Bank BRI Kantor Wilayah (Kanwil) Surabaya Ebeneser Girsang mengatakan, penggunaan kartu  BRI dan penyaluran kredit berbanding terbalik. ”Kalau ibarat lampu lalu lintas, distribusi kartu kredit BRI masih lampu merah, kalau penyaluran kredit justru lampu hijau,” kata Ebeneser saat launching Kartu Kredit BRI Easy Card di Surabaya, Selasa (3/10).

Dipaparkannya, dari 3 juta nasabah di bawah BRI Kanwil Surabaya, jumlah nasabah yang memiliki kartu kredit masih 50.000 orang. “Kalau melihat jumlah 50 ribu yang pegang kartu kredit, berarti nasabah kami tidak hanya petani, nelayan saja, segmen menengah juga banyak,” kata dia.

Karena memang, selama ini selain tidak begitu gencar mempromosikan kartu kredit BRI, pihaknya masih fokus dalam penyaluran kredit UMKM di Indonesia. Dari total penyaluran kredit Rp 29,7 triliun, kontribusi 70 persen masih UMKM.  Ditargetkan sampai akhir tahun dengan launching BRI Easy Card jumlah nasabah yang memakai kartu kredit mencapai 10.000 atau total 60.000  orang.
Kepala Bidang E-Banking & Card BRI Kanwil Surabaya, Dewi Andjarsari mengatakan untuk mendorong distribusi penggunaan kartu kredit BRI, pihaknya mempermudah nasabah lama untuk migrasi kartu kredit lama ke kartu kredit Easy Card. Segmen generasi yang disasar yakni kaum millenial dengan rentang umur 25 hingga 45 tahun. Kaum tersebut dinilai suka bertransaksi non tunai dengan menggunakan kartu kredit.

 “Kami kerjasama dengan seluruh SPBU di Jawa Timur, juga gerai gerai supermarket untuk memberi diskon terhadap pengguna kartu, mulai dari cashback 1 persen untuk tarik tunai di ATM, 2 persen untuk transaksi berbelanja di swalayan serta 3 persen untuk pembelian bahan bakar,” kata Dewi.

SURABAYA- PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk me-launching BRI Easy Card untuk meningkatkan kontribusi penggunaan kartu kredit kepada nasabahnya. Pasalnya, pengguna kartu kredit BRI masih rendah dibandingkan dengan penyaluran kredit Bank BRI yang mencapai Rp 29,7 triliun sampai September 2017.

Kepala Bank BRI Kantor Wilayah (Kanwil) Surabaya Ebeneser Girsang mengatakan, penggunaan kartu  BRI dan penyaluran kredit berbanding terbalik. ”Kalau ibarat lampu lalu lintas, distribusi kartu kredit BRI masih lampu merah, kalau penyaluran kredit justru lampu hijau,” kata Ebeneser saat launching Kartu Kredit BRI Easy Card di Surabaya, Selasa (3/10).

Dipaparkannya, dari 3 juta nasabah di bawah BRI Kanwil Surabaya, jumlah nasabah yang memiliki kartu kredit masih 50.000 orang. “Kalau melihat jumlah 50 ribu yang pegang kartu kredit, berarti nasabah kami tidak hanya petani, nelayan saja, segmen menengah juga banyak,” kata dia.

Karena memang, selama ini selain tidak begitu gencar mempromosikan kartu kredit BRI, pihaknya masih fokus dalam penyaluran kredit UMKM di Indonesia. Dari total penyaluran kredit Rp 29,7 triliun, kontribusi 70 persen masih UMKM.  Ditargetkan sampai akhir tahun dengan launching BRI Easy Card jumlah nasabah yang memakai kartu kredit mencapai 10.000 atau total 60.000  orang.
Kepala Bidang E-Banking & Card BRI Kanwil Surabaya, Dewi Andjarsari mengatakan untuk mendorong distribusi penggunaan kartu kredit BRI, pihaknya mempermudah nasabah lama untuk migrasi kartu kredit lama ke kartu kredit Easy Card. Segmen generasi yang disasar yakni kaum millenial dengan rentang umur 25 hingga 45 tahun. Kaum tersebut dinilai suka bertransaksi non tunai dengan menggunakan kartu kredit.

 “Kami kerjasama dengan seluruh SPBU di Jawa Timur, juga gerai gerai supermarket untuk memberi diskon terhadap pengguna kartu, mulai dari cashback 1 persen untuk tarik tunai di ATM, 2 persen untuk transaksi berbelanja di swalayan serta 3 persen untuk pembelian bahan bakar,” kata Dewi.

Most Read

Berita Terbaru