alexametrics
26 C
Surabaya
Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Demand Membaik, Intiland Optimis Pasarkan Office Tower di Surabaya

SURABAYA – Meskipun masih dibayangi pandemi Covid 19, namun demand office space di Surabaya menunjukkan tren membaik. Selain banyak pengusaha yang mengembangkan usaha, juga banyak start up yang membuka usahanya di Surabaya.

Menurut Direktur Marketing PT Intiland Grande, anak usaha Intiland Group Harto Laksono, pada awal pandemi pasar ruang perkantoran mengalami koreksi. Namun secara perlahan saat ini trennya terus membaik.

Sebab itu, dia optimistis dua office tower yang dikembangkan, yakni Praxis dan Spazio Tower penjualannya semakin bagus. Hingga kemarin Praxis di Surabaya Pusat terjual 60 persen. Sedangkan Spazio Tower di Surabaya Barat sudah 70 persen. Sementara fasilitas retailnya sudah 80 – 100 persen terjual terutama untuk F&B. 

“Melihat trennya, kami optimistis penjualan tahun ini akan membaik,  Praxis dan Sapzio Tower sudah jadi bahkan banyak yang sudah dipakai,” ujar Harto Laksono, Kamis (4/2).

Dijelaskan Harto, meskipun pandemi, masih banyak pelaku bisnis yang melakukan ekspansi usaha, terutama yang bergerak disektor IT, manufaktur dan supplier. Sehingga mereka memerlukan ruang kantor yang representatif.

Selain itu, banyak pengusaha yang memindahkan kantornya dari rumah atau ruko ke office tower. Selain untuk meningkatkan image company, juga untuk meningkatkan produktivitas kerja.

Faktor lainnya adalah banyak kalangan anak-anak muda yang menekuni bisnis sebagai start up, khususnya di bidang IT. Sehingga mereka juga memerlukan ruang perkantoran yang dianggap lebih nyaman dan memiliki fasilitas lengkap.

“Pengusaha biasanya butuh space mulai 100 – 2.000-an meter. Bahkan ada yang ambil satu lantai sekaligus. Namun start up biasanya menyewa space kecil dulu 15 – 50 meter, Setelah 2 – 3 tahun akan membeli space,” tambahnya.

Menurut Harto, sebagian besar pembeli office space dari end user. Namun begitu pihaknya juga gencar menawarkan pada investor. Sebab itu, selain menyediakan office space siap pakai, juga ada pilihan lain space yang kosongan.

Bahkan pihaknya juga menawarkan model garansi sewa bagi para investor sehingga mereka tidak perlu bersusah payah mencari penyewa. Saat ini rate sewa di Praxis dan Spazio Tower sekitar Rp 125.000 per meter per bulan.

Soal penjualan tahun ini, dia mengaku optimistis akan tercapai. Selain dari office space, pihaknya juga gencar mengembangkan hunian berupa landed house dan apartemen yang ada di Surabaya Barat.

“Tahun ini secara group target penjualannya Rp 2,1 triliun. Dari Surabaya kami harapkan ada kontribusi 40 persen. Dan dari jumlah tersebut sekitar 20 persennya dari penjualan office space,” tandas Harto. (fix/nur) 


SURABAYA – Meskipun masih dibayangi pandemi Covid 19, namun demand office space di Surabaya menunjukkan tren membaik. Selain banyak pengusaha yang mengembangkan usaha, juga banyak start up yang membuka usahanya di Surabaya.

Menurut Direktur Marketing PT Intiland Grande, anak usaha Intiland Group Harto Laksono, pada awal pandemi pasar ruang perkantoran mengalami koreksi. Namun secara perlahan saat ini trennya terus membaik.

Sebab itu, dia optimistis dua office tower yang dikembangkan, yakni Praxis dan Spazio Tower penjualannya semakin bagus. Hingga kemarin Praxis di Surabaya Pusat terjual 60 persen. Sedangkan Spazio Tower di Surabaya Barat sudah 70 persen. Sementara fasilitas retailnya sudah 80 – 100 persen terjual terutama untuk F&B. 

“Melihat trennya, kami optimistis penjualan tahun ini akan membaik,  Praxis dan Sapzio Tower sudah jadi bahkan banyak yang sudah dipakai,” ujar Harto Laksono, Kamis (4/2).

Dijelaskan Harto, meskipun pandemi, masih banyak pelaku bisnis yang melakukan ekspansi usaha, terutama yang bergerak disektor IT, manufaktur dan supplier. Sehingga mereka memerlukan ruang kantor yang representatif.

Selain itu, banyak pengusaha yang memindahkan kantornya dari rumah atau ruko ke office tower. Selain untuk meningkatkan image company, juga untuk meningkatkan produktivitas kerja.

Faktor lainnya adalah banyak kalangan anak-anak muda yang menekuni bisnis sebagai start up, khususnya di bidang IT. Sehingga mereka juga memerlukan ruang perkantoran yang dianggap lebih nyaman dan memiliki fasilitas lengkap.

“Pengusaha biasanya butuh space mulai 100 – 2.000-an meter. Bahkan ada yang ambil satu lantai sekaligus. Namun start up biasanya menyewa space kecil dulu 15 – 50 meter, Setelah 2 – 3 tahun akan membeli space,” tambahnya.

Menurut Harto, sebagian besar pembeli office space dari end user. Namun begitu pihaknya juga gencar menawarkan pada investor. Sebab itu, selain menyediakan office space siap pakai, juga ada pilihan lain space yang kosongan.

Bahkan pihaknya juga menawarkan model garansi sewa bagi para investor sehingga mereka tidak perlu bersusah payah mencari penyewa. Saat ini rate sewa di Praxis dan Spazio Tower sekitar Rp 125.000 per meter per bulan.

Soal penjualan tahun ini, dia mengaku optimistis akan tercapai. Selain dari office space, pihaknya juga gencar mengembangkan hunian berupa landed house dan apartemen yang ada di Surabaya Barat.

“Tahun ini secara group target penjualannya Rp 2,1 triliun. Dari Surabaya kami harapkan ada kontribusi 40 persen. Dan dari jumlah tersebut sekitar 20 persennya dari penjualan office space,” tandas Harto. (fix/nur) 



Most Read

Berita Terbaru