Kenapa Terang Bulan Disebut Martabak Manis Ternyata Ini Asal Usul Namanya

M Firman Syah • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:38 WIB
Terang bulan atau martabak manis sama atau beda? Ini faktanya. Foto: Pinterest.
Terang bulan atau martabak manis sama atau beda? Ini faktanya. Foto: Pinterest.

RADAR SURABAYA – Terang bulan atau martabak manis merupakan salah satu jajanan populer yang mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Adonan yang tebal dan lembut dengan beragam isian, seperti cokelat, kacang, keju, dan susu, membuat makanan ini menjadi favorit banyak orang.

Menariknya, makanan tersebut memiliki sebutan yang berbeda-beda di sejumlah daerah. Sebagian masyarakat, terutama di Jawa dan beberapa wilayah lainnya, lebih mengenalnya sebagai terang bulan. Sementara itu, istilah martabak manis lebih umum digunakan di daerah lain di Indonesia.

Perbedaan nama tersebut tidak lepas dari sejarah perkembangan dan penyebaran makanan ini di Indonesia. Istilah martabak sendiri memiliki akar dari bahasa Arab, yaitu mutabbaq, yang berarti dilipat. Istilah tersebut kemudian digunakan untuk berbagai jenis makanan yang berkembang di Indonesia, termasuk martabak telur dan martabak manis.

Sementara itu, sebutan terang bulan dipercaya berkaitan dengan bentuk makanan yang bulat dan menyerupai bulan. Setelah matang, permukaan adonan biasanya memiliki pola berlubang yang khas. Adonan kemudian diberi berbagai topping sebelum dilipat menjadi setengah lingkaran.

Meski memiliki nama berbeda, terang bulan dan martabak manis pada umumnya merujuk pada jenis makanan yang sama, terutama untuk jajanan dengan adonan tebal, tekstur lembut, dan isian bercita rasa manis. Perbedaan penyebutan lebih banyak dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat dan budaya kuliner di masing-masing daerah.

Karena itu, tidak perlu bingung ketika menemukan penjual yang menggunakan istilah terang bulan atau martabak manis. Keduanya memiliki karakteristik yang hampir sama, meski nama yang digunakan dapat berbeda sesuai daerah dan kebiasaan masyarakat setempat. (nor/fir)

Editor : M Firman Syah
kuliner indonesia terang bulan martabak manis mutabbaq sejarah kuliner