Sukun Berpotensi Menjadi Pangan Masa Depan Kaya Nutrisi dan Ramah Lingkungan

M Firman Syah • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 15:42 WIB
Buah Sukun menjadi salah satu pangan lokal yang berpotensi menjadi alternatif sumber karbohidrat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Foto: Ist.
Buah Sukun menjadi salah satu pangan lokal yang berpotensi menjadi alternatif sumber karbohidrat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Foto: Ist.

Radar Surabaya – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap ketahanan pangan dan pola makan sehat, sukun mulai mendapat sorotan sebagai salah satu komoditas pangan lokal yang memiliki potensi besar. Selama ini buah sukun lebih dikenal sebagai bahan baku gorengan atau camilan tradisional. Padahal, kandungan gizinya yang tinggi membuat buah ini dinilai layak menjadi salah satu sumber pangan alternatif di masa depan.

Sejumlah akademisi dan peneliti menilai sukun memiliki keunggulan karena tidak hanya menjadi sumber karbohidrat, tetapi juga mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Dengan karakteristik tersebut, sukun berpotensi menjadi pelengkap bahkan alternatif bagi sumber karbohidrat yang selama ini lebih banyak dikonsumsi masyarakat.

Salah satu keunggulan utama sukun adalah kandungan seratnya yang cukup tinggi. Serat berperan membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan, memberikan rasa kenyang lebih lama, serta mendukung pengendalian kadar gula darah. Selain itu, sukun juga memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah dibandingkan beberapa sumber karbohidrat lain, sehingga dapat menjadi pilihan dalam pola makan yang lebih sehat.

Tak hanya itu, buah sukun juga mengandung berbagai vitamin dan mineral, seperti vitamin C, vitamin A, folat, zat besi, dan seng. Beragam nutrisi tersebut berperan dalam menjaga daya tahan tubuh, mendukung pembentukan sel darah merah, serta membantu memenuhi kebutuhan gizi harian apabila dikonsumsi sebagai bagian dari menu seimbang.

Para peneliti juga menilai pemanfaatan sukun dapat mendukung upaya diversifikasi pangan. Ketergantungan masyarakat terhadap satu atau dua sumber karbohidrat utama dapat dikurangi dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang melimpah, termasuk sukun. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pemanfaatan hasil pertanian dalam negeri.

Selain unggul dari sisi kandungan gizi, tanaman sukun juga memiliki kelebihan dalam aspek budidaya. Pohon sukun mampu tumbuh di berbagai kondisi lingkungan, baik di daerah dengan curah hujan tinggi maupun wilayah yang relatif kering. Kemampuan beradaptasi tersebut membuatnya berpotensi dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia.

Pohon sukun juga dikenal tidak memerlukan perawatan yang rumit dan mampu berproduksi hampir sepanjang tahun setelah memasuki masa produktif. Karakter ini membuat biaya budidayanya relatif lebih rendah dibandingkan beberapa tanaman pangan lainnya. Dari sisi lingkungan, tanaman sukun juga dinilai lebih ramah lingkungan karena membutuhkan input budidaya yang lebih sederhana dan berpotensi menghasilkan jejak karbon yang lebih rendah.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, sukun dipandang memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pangan andalan di masa depan. Selain memperkaya pilihan sumber karbohidrat masyarakat, pengembangan sukun juga dapat mendukung upaya diversifikasi pangan, meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (rin/fir)

Editor : M Firman Syah
disertifikasi pangan gaya hidup sehat nutrisi makanan sehat pangan lokal