Radar Surabaya — Matcha dan Green Tea kerap dianggap sebagai minuman yang sama oleh banyak orang. Padahal, keduanya memiliki perbedaan cukup mencolok mulai dari proses pengolahan hingga kandungan nutrisinya. Meski berasal dari tanaman teh yang sama, hasil akhirnya ternyata berbeda.
Green tea diolah dari daun teh yang dipanen dalam kondisi terbuka tanpa perlakuan khusus. Setelah dipetik, daun akan dikukus, digulung, lalu dikeringkan sebelum diseduh menjadi minuman. Saat dikonsumsi, hanya air seduhannya yang diminum sementara ampas daun teh dibuang.
Baca Juga: Kini Minum Matcha Jadi Bagian Gaya Hidup Warga Surabaya
Berbeda dengan green tea, matcha berasal dari daun teh pilihan berkualitas tinggi. Tanaman teh biasanya ditutup beberapa minggu sebelum panen untuk meningkatkan kadar klorofil dan asam amino. Proses tersebut membuat warna daun menjadi lebih hijau dan rasa lebih khas.
Setelah dipanen, daun matcha akan diolah dan digiling hingga menjadi bubuk sangat halus. Bubuk tersebut kemudian diseduh dan dikonsumsi langsung tanpa disaring. Karena seluruh daun ikut diminum, kandungan nutrisi matcha dinilai lebih tinggi.
Baca Juga: Matcha vs Kopi, Pilihan Minuman Populer di Kalangan Gen Z
Perbedaan proses pengolahan turut memengaruhi rasa dan tampilan kedua minuman ini. Green tea memiliki rasa lebih ringan dengan warna kuning kehijauan yang lembut. Sementara matcha cenderung lebih pekat dengan cita rasa umami yang kuat dan warna hijau terang.
Dari sisi nutrisi, matcha dikenal kaya antioksidan dan memiliki kandungan kafein yang lebih stabil. Kandungan tersebut dipercaya membantu meningkatkan fokus serta menjaga energi tubuh lebih lama. Meski demikian, green tea tetap memiliki manfaat kesehatan yang baik untuk jantung dan metabolisme tubuh. (naa/fir)
Editor : M Firman Syah