RADAR SURABAYA – Kulit nanas selama ini kerap berakhir di tempat sampah. Padahal, bagian buah yang satu ini bisa diolah menjadi minuman fermentasi bernama tepache yang kaya manfaat bagi kesehatan.
Tepache merupakan minuman tradisional asal Meksiko yang dibuat dari kulit nanas, air, dan gula. Proses fermentasi selama beberapa hari menghasilkan minuman dengan cita rasa manis segar berpadu sedikit asam.
Belakangan, tepache mulai dilirik karena kandungan enzim, antioksidan, serta mikroorganisme alami hasil fermentasi yang berperan sebagai probiotik. Kandungan tersebut diketahui membantu menjaga kesehatan pencernaan sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh.
Baca Juga: Fakta di Balik Klaim Nanas Bisa Bersihkan Paru-Paru Perokok, Ini Penjelasan Medisnya
Konsumsi tepache dinilai tepat setelah momen seperti Lebaran, ketika pola makan cenderung tinggi lemak, santan, dan gula. Kondisi ini kerap memicu gangguan pencernaan, mulai dari perut kembung, sembelit, hingga rasa tidak nyaman pada lambung.
Melalui proses fermentasi, kulit nanas menghasilkan bakteri baik yang membantu menyeimbangkan mikrobiota usus. Ketika keseimbangan tersebut terjaga, sistem pencernaan dapat bekerja lebih optimal.
Baca Juga: Manfaatkan KUR BRI, Pedagang Nanas Ini Sukses Kembangkan Produk Olahan
Selain itu, kulit nanas juga mengandung kalium yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh serta membantu mengontrol tekanan darah. Kandungan ini dibutuhkan, terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi garam dan lemak.
Tak hanya itu, enzim bromelain dalam nanas membantu memecah protein sehingga memperlancar proses pencernaan. Enzim ini juga memiliki sifat antiinflamasi yang dapat meredakan ketidaknyamanan pada saluran cerna.
Kandungan antioksidan dalam kulit nanas turut berperan melawan radikal bebas, sehingga membantu tubuh tetap bugar meski setelah mengonsumsi makanan berat selama beberapa hari.
Dengan berbagai manfaat tersebut, tepache bisa menjadi alternatif minuman sehat yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga membantu tubuh kembali seimbang setelah pola makan berlebih. (rif/fir)
Editor : M Firman Syah