Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dosen Gizi Unair Bagikan Tips Menjaga Pola Makan Seimbang saat Lebaran, Agar SiIaturahmi dan Kesehatan Jalan Terus

Nofilawati Anisa • Kamis, 19 Maret 2026 | 09:09 WIB
ILUSTRASI: Makanan yang biasa kita temukan saat Idulfitri. (ENESIA)
ILUSTRASI: Makanan yang biasa kita temukan saat Idulfitri. (ENESIA)

RADAR SURABAYA – Idulfitri tinggal beberapa jam lagi. Semua umat muslim di dunia, termasuk Indonesia, bersuka ria menyambut hari kemenangan.

Ada yang masih mencari baju baru, membersihkan rumah, hingga belanja untuk keperluan santapan Lebaran.

Baca Juga: Sambut Nyepi, Umat Hindu di Surabaya Gelar Tawur Agung
 
Momen Lebaran memang identik dengan berbagai hidangan khas seperti rendang, opor, hingga aneka kue kering. 

Namun, makanan tersebut umumnya mengandung kalori, lemak, dan gula yang cukup tinggi sehingga untuk mengkonsumsinya perlu kehati-hatian. 

Agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.

Baca Juga: Jatim Bidik Investasi Rp 147,7 Triliun di 2026, Andalkan Industri Strategis dan PMA Besar

Menanggapi hal tersebut, Dosen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Lailatul Muniroh, SK.M., MKes turut angkat bicara. 

Ia menuturkan bahwa masyarakat tetap dapat menikmati hidangan khas Lebaran selama mampu mengatur porsi dan frekuensi konsumsi.

Dalam perspektif ilmu gizi, Lailatul menekankan bahwa makanan Lebaran yang aman dan seimbang tetap perlu mengikuti prinsip “isi piringku.” 

Prinsip tersebut menekankan keseimbangan antara karbohidrat, protein, sayur, buah, serta kecukupan cairan dalam satu kali makan.

Baca Juga: Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret

Ia menjelaskan bahwa sumber karbohidrat dapat berasal dari ketupat atau nasi, sementara sumber protein dapat berupa daging, ayam, atau telur. 

Di sisi lain, sayur dan buah berperan penting dalam memenuhi kebutuhan serat, vitamin, serta mineral yang tubuh perlukan.

“Seringkali masyarakat terlalu fokus pada makanan bersantan atau kue manis saat Lebaran, sementara konsumsi sayur dan buah justru berkurang. Padahal kedua jenis makanan tersebut penting untuk membantu pencernaan sekaligus menjaga keseimbangan gizi,” jelasnya. 

Lailatul juga mengingatkan bahwa konsumsi makanan Lebaran secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. 

Baca Juga: Liverpool vs Galatasaray: Liverpool Mengamuk! Hajar Galatasaray 4-0, Salah Cetak Rekor Bersejarah di Liga Champions

Risiko tersebut antara lain kenaikan berat badan, peningkatan kadar kolesterol, gangguan pencernaan seperti kembung atau mual, hingga lonjakan gula darah terutama bagi penderita diabetes.

“Kue kering yang tinggi gula juga dapat meningkatkan asupan kalori tanpa memberikan rasa kenyang yang cukup. Oleh karena itu, masyarakat perlu tetap memperhatikan pola makan selama momen silaturahmi Lebaran,” imbuhnya.

Ia menyarankan agar masyarakat mengutamakan makanan utama sebelum mencicipi kue kering, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta membatasi makanan bersantan dan berlemak. 

Baca Juga: Kreasi Rendang Minangkabau Hadir di Surabaya, Tantangan Bumbu Jadi Sorotan

Selain itu, mencukupi kebutuhan air putih dan menghindari makan berlebihan saat berkunjung ke beberapa rumah juga dapat membantu menjaga kesehatan.

“Menikmati hidangan khas Lebaran tentu diperbolehkan, tetapi yang perlu diingat adalah menjaga keseimbangan dan tidak berlebihan. Silaturahmi jalan, hidup sehat harus,” pungkasnya. (opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#hidangan #karbohidrat #makanan #protein #Unair #kuliner #lebaran #kesehatan #dosen