Radar Surabaya – Saat waktu berbuka puasa tiba, banyak umat Muslim memilih jus buah sebagai menu pembuka untuk memulihkan energi setelah seharian menahan lapar dan haus.
Sejumlah ahli gizi menilai jus buah dapat menjadi pilihan minuman berbuka karena rasanya segar dan mengandung gula alami yang membantu menaikkan kadar energi tubuh dengan cepat. Meski demikian, konsumsinya tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
Baca Juga: Mengapa Jus Buah Kemasan Siap Minum Kurang Baik untuk Kesehatan?
Kadar gula, jenis buah, serta cara penyajian perlu diperhatikan agar manfaat jus tetap optimal tanpa memicu lonjakan gula darah. Jus yang ditambahkan gula buatan berisiko memberikan beban gula berlebih bagi tubuh, terutama setelah lambung kosong dalam waktu lama.
Ahli kesehatan juga mengingatkan agar jus tidak dijadikan pengganti utama cairan tubuh. Air putih tetap menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan hidrasi setelah berpuasa. Jus buah sebaiknya hanya menjadi pelengkap dalam menu berbuka yang seimbang.
Selain itu, konsumsi buah utuh tetap lebih dianjurkan dibandingkan jus. Buah utuh mengandung serat yang membantu memperlambat penyerapan gula serta mendukung kesehatan pencernaan.
Baca Juga: Lambung Kosong Seharian, Ini 6 Takjil Aman untuk Penderita Maag
Pilihan buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka dan pepaya dinilai lebih aman karena membantu mengembalikan cairan tubuh secara bertahap dan alami.
Dengan demikian, meskipun jus buah dapat menjadi bagian dari takjil, masyarakat tetap perlu memperhatikan takaran, tambahan gula, serta keseimbangan menu secara keseluruhan. Menu buka puasa yang sehat adalah yang mampu memenuhi kebutuhan energi, hidrasi, dan menjaga kondisi tubuh tetap stabil. (she/fir)
Editor : Muhammad Firman Syah