Lumajang – Di balik megahnya Gunung Semeru, berdiri Desa Sumberurip di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Perlahan namun pasti, desa ini menjelma menjadi destinasi wisata baru yang menarik perhatian pencinta alam dan petualangan.
Terletak di kaki gunung tertinggi di Pulau Jawa, Sumberurip tak hanya menawarkan panorama alam yang memesona, tetapi juga pengalaman wisata yang berpadu dengan budaya lokal dan kearifan masyarakatnya.
Momen matahari terbit menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Cahaya mentari yang perlahan menyinari lereng Semeru menciptakan siluet gunung yang gagah dan menenangkan. Suasana ini menjadi favorit bagi fotografer dan penikmat ketenangan yang ingin mengabadikan keindahan pagi di tengah kesejukan udara pegunungan.
Letak desa yang strategis di kaki Semeru memungkinkan wisatawan menikmati keindahan gunung tanpa harus mendaki. Lanskap terbuka, udara sejuk, serta suasana pedesaan yang asri menjadikan Sumberurip alternatif wisata alam yang ramah bagi segala usia.
Salah satu daya tarik Sumberurip adalah jalur jalan yang sempat viral di media sosial. Pemandangan dramatis dengan latar Gunung Semeru menjulang tinggi menjadikan jalur ini favorit bagi pemburu konten digital.
Bagi wisatawan yang mencari sensasi berbeda, Lava Tour menjadi pilihan menarik. Wisata ini mengajak pengunjung menjelajahi bekas aliran lahar Semeru menggunakan jip 4x4. Di bawah bimbingan pemandu lokal berpengalaman, pengunjung dapat merasakan tantangan medan berbatu dan berpasir sembari belajar tentang sejarah letusan gunung dan perubahan lanskap sekitarnya.
Pencinta alam bebas akan menemukan ketenangan di Sarkawi Camping Ground, area berkemah di bawah rimbunnya hutan pinus. Suasana sejuk dan sunyi menjadikannya tempat ideal untuk beristirahat dari hiruk-pikuk kota.
Di malam hari, langit bertabur bintang menjadi pemandangan yang menenangkan, sementara pagi hari menghadirkan panorama Semeru yang menakjubkan. Fasilitas seperti kamar mandi, musala, dan akses listrik membuat pengalaman berkemah tetap nyaman tanpa menghilangkan kesan alami.
Tak jauh dari desa, terdapat titik pandang Panorama Coban Sriti yang menawarkan pemandangan air terjun megah dari ketinggian. Walau akses langsung ke air terjun dibatasi demi keselamatan, panorama dari kejauhan tetap memukau.
Derasnya air yang jatuh dari tebing tinggi diapit pepohonan hijau menciptakan lanskap yang dramatis. Titik ini kerap menjadi lokasi favorit wisatawan untuk berfoto, bersantai, dan menikmati harmoni alam.
Selain keindahan alam, Sumberurip juga menyimpan potensi besar dalam bidang agrowisata dan budaya lokal. Aktivitas pertanian yang masih aktif, tradisi masyarakat yang lestari, serta keramahan warga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menyelami kehidupan desa.
Wisatawan dapat belajar tentang sistem pertanian tradisional, mengenal tanaman khas daerah, hingga ikut serta dalam kegiatan harian warga. Sementara itu, kesenian lokal, kuliner tradisional, dan cerita rakyat menjadi elemen yang memperkaya pengalaman wisata berkelanjutan di Sumberurip.
Untuk mendukung aktivitas wisata, pemerintah desa bersama masyarakat telah menyediakan fasilitas umum seperti area parkir, kamar mandi, musala, dan warung makan di beberapa titik strategis.
Akses menuju Sarkawi Camping Ground memang masih berbatu di beberapa bagian, namun tetap bisa dilalui kendaraan dengan hati-hati. Wisatawan juga dapat menggunakan jasa pemandu lokal yang siap memberikan informasi tentang sejarah, budaya, dan ekosistem desa.
Sumberurip bukan sekadar tempat wisata, melainkan ruang refleksi bagi mereka yang ingin merasakan harmoni antara alam, budaya, dan kehidupan. Di sini, pengunjung diajak bukan hanya melihat keindahan, tetapi juga memahami nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Bagi siapa pun yang mendambakan pelarian dari rutinitas, ingin menyatu dengan alam, atau sekadar menikmati pagi di kaki Semeru, Desa Sumberurip menawarkan pengalaman yang tak hanya menyegarkan mata, tetapi juga memperkaya jiwa. (man/fir)
Editor : M Firman Syah