RADAR SURABAYA - Perkembangan kuliner terus mengalami perubahan.
Dengan mengikuti gaya hidup sehat yang diiringi dengan membuat kreasi kuliner sehat, yang menggunakan bahan-bahan yang sehat juga.
Yogi Anggoro, chef pastry Hotel Santika Gubeng Surabaya, punya resep unik untuk membuat kreasi pizza yang tak hanya lezat, tapi juga lebih menyehatkan.
Ia menggunakan starter sourdough atau adonan ragi alami sebagai bahan dasar pizza buatannya.
“Pizza ini saya buat dengan menggunakan sourdough, yaitu adonan roti yang dikembangkan secara alami. Bahannya hanya tepung protein tinggi dan air, lalu difermentasi oleh bakteri asam laktat dan ragi alami selama enam hari,” jelas Yogi, Selasa (7/10).
Proses fermentasi ini, lanjut Yogi, dilakukan dengan cara menambahkan campuran air dan tepung secara bertahap setiap hari.
Hasilnya, adonan akan memiliki rasa asam yang khas, tekstur kenyal, serta aroma yang kompleks.
Tak hanya itu, fermentasi alami juga meningkatkan nilai gizi dan daya simpan roti. “Lebih sehat dan aman untuk lambung,” tambahnya.
Dari starter sourdough yang telah matang, Yogi mengambil sekitar 100 gram untuk dicampur dengan 400 gram tepung.
Adonan tersebut kemudian diolah menjadi dasar pizza.
Meski membutuhkan waktu lama, hasil akhirnya sebanding dengan usaha yang dikeluarkan.
“Kesulitannya memang di proses awal pembuatan sourdough, karena butuh kesabaran. Tapi begitu jadi, hasilnya berbeda dengan pizza pada umumnya,” ujarnya sambil tersenyum.
Untuk topping, Yogi memilih bahan-bahan segar seperti jamur, daun basil, sosis, keju mozzarella, dan sedikit olive oil.
Pizza kemudian dipanggang selama 10 menit dengan suhu 250 derajat Celsius.
Bagi penyuka menu vegetarian, ia juga menawarkan versi Margarita yang menggunakan saus tomat sebagai dasar resep klasik Italia yang terkenal sederhana namun kaya rasa.
“Starter sourdough ini juga bisa dipakai untuk membuat roti. Teksturnya lebih kenyal, berserat, dan berongga,” kata Yogi.
Menurutnya, penyimpanan sourdough cukup mudah. Cukup disimpan pada suhu ruang, adonan bisa bertahan hingga lima hari atau lebih lama bila ditempatkan di dalam chiller.
Tak hanya menjadi favorit di dapur hotel, pizza sehat ini juga mendapat sambutan positif dari tamu.
“Antusiasme tamu cukup tinggi. Mereka bilang rasanya unik, lebih asam dan ringan di perut. Ini karena proses fermentasi alaminya,” ungkapnya. (sam)
Editor : Nofilawati Anisa