Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Burgbol, Burger Bolong Kreasi Warga Surabaya, Pakai Roti Bolong ala Donat, Topingnya Nanas dan Alpukat Segar

Andy Satria • Kamis, 10 Juli 2025 | 00:16 WIB
KULINER UNIK: Suasana di tenan BurgBol (Burger Bolong) yang berada di kawasan Pasar Tunjungan Surabaya, yang menawarkan kuliner dengan kreasi unik, memberikan pengalaman baru untuk customer.
KULINER UNIK: Suasana di tenan BurgBol (Burger Bolong) yang berada di kawasan Pasar Tunjungan Surabaya, yang menawarkan kuliner dengan kreasi unik, memberikan pengalaman baru untuk customer.

RADAR SURABAYA – Burger adalah salah satu makanan populer yang terdiri dari daging (biasanya daging sapi) yang diapit di antara dua roti, dan memiliki sejarah yang berasal dari Jerman.

Di sela-sela roti burger, biasanya dilengkapi dengan sayuran seperti selada hingga timun dan juga saus berbagai rasa.

Namun di Surabaya, ada kuliner yang menawarkan kreasi burger, namun dengan menggunakan roti yang bagian tengahnya bolog seperti donat.

Kreasi tersebut adalah Burgbol, singkatan dari "burger bolong" yang berada di Pasar Tunjungan, Surabaya.

Sesuai namanya, burger satu ini berbeda dengan lainnya menggunakan roti yang bagian tengahnya bolong, mirip seperti donat.

Putri Hayu, warga asli Surabaya yang merupakan pemilik usaha kuliner tersebut mengatakan memulai bisnisnya di tengah masa sulit pandemi Covid-19.

“Kita bawa konsep burger yang unik, rotinya memang dibentuk bolong di tengah, tapi bukan donat. Ini pure roti burger, hanya saja bentuknya yang beda. Banyak yang mengira donat, padahal rasanya tetap khas burger,” ujar Putri, Rabu (9/7).

Tidak hanya bentuk rotinya yang beda, Burgbol juga menyajikan varian rasa yang tak biasa.

Mengusung tema tropikal, beberapa menu andalannya dilengkapi topping segar seperti nanas dan alpukat, terinspirasi dari cita rasa Meksiko.

“Kita ingin pelanggan punya pengalaman baru saat makan burger. Bukan cuma klasik seperti cheeseburger, tapi juga ada varian yang segar seperti Mahalo dengan nanas, atau Ahoy dengan salad kubis ungu,” jelasnya.

Awalnya, bisnis burger ini lahir dari usaha keluarga yang sempat vakum karena pandemi.

Putri memutuskan mencoba peruntungan dengan menjual burger di tengah lockdown, dan outlet pertama Burgbol berdiri di Pasar Tunjungan.

“Waktu itu belum banyak tenant yang buka. Jadi kita lihat peluangnya besar. Pasar Tunjungan juga ikonik dan strategis,” tambah Putri.

Kini, setelah hampir empat tahun beroperasi, Burgbol tetap bertahan meski persaingan makin ketat.

“Tantangan sekarang lebih ke bagaimana Burgbol terus punya rasa dan identitas yang kuat. Tapi di sini persaingannya sehat, saling support antar penjual,” ungkapnya.

Sementara itu, Mifta, salah satu pegawai Burgbol, menyebutkan ada tiga menu best seller yang paling diminati pelanggan.

Yakni D’Trouble dengan double beef dan double cheese, Messy Me dengan tambahan telur dan keju slice besar serta Ring of Fire dengan crispy onion ring.

Untuk signature burger, ada Mahalo dan Ahoy dengan sentuhan tropikal yang segar.

Semua bahan dari roti, daging (patty), hingga saus dibuat sendiri alias homemade.

“Proses masaknya sekitar 10-15 menit. Rotinya kita belah dulu, lalu panggang daging homemade-nya, beri bumbu, keju, dan topping lainnya. Roti kita pakai softbun yang khas dan empuk,” jelas Mifta.

Salah satu keunggulan Burgbol adalah rasa dan bahan yang ramah untuk semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua. Tidak terlalu berat, tapi tetap memuaskan.

Penjualan lebih banyak dilakukan secara langsung atau offline, karena pelanggan lebih menyukai burger yang disajikan dalam kondisi hangat dan segar.

“Hari biasa sekitar 15–20 burger, tapi kalau akhir pekan atau hari libur bisa sampai 30 burger lebih. Weekday sore biasanya ramai pekerja kantoran, malamnya keluarga dan anak muda. Weekend hampir 80 persen pembelinya anak muda,” pungkas Mifta. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#burgbol #Kreasi #pandemi covid-19 #surabaya #burger #donat #Pasar tunjungan #Toping #kuliner #buah segar #burger bolong