RADAR SURABAYA - Bulan Ramadan adalah salah satu bulan yang istimewa bagi umat Muslim, karena bulan tersebut adalah bulan yang penuh berkah.
Salah satu momen yang paling dinantikan pada bulan ini adalah berbuka, setelah menjalankan ibadah puasa selama satu hari penuh.
Menghilangkan rasa dahaga, adalah hal yang utama dilakukan pada saat berbuka puasa.
Biasanya dengan minuman manis yang dingin, menjadi pilihan pertama untuk menghilangkan rasa haus di tenggorokan.
Aneka macam sirup banyak ditemui pada bulan puasa, apalagi selalu muncul dalam iklan di televisi dengan menampakkan kesan kesegarannya.
Menikmati aneka macam sirup berbagai macam merk legendaris, memberikan momen yang sedikit berbeda.
Rasa-rasa klasiknya yang tak hanya mampu memberikan kesegaran, tetapi juga membangkitkan kenangan masa lalu.
Hal ini dilakukan oleh Hotel Ciputra World Surabaya yang menawarkan suasana kejadulannya dengan memberikan aneka macam sirup dengan merk lawas yang masih dijual di pasaran.
Resto and Bar Manager hotel setempat, Catur Budi Utomo mengatakan, ia ingin membuat para pengunjung untuk kembali mengingat jaman dahulu (jadul).
"Kami menyediakan berbagai macam sirup zaman dulu, yang masih dijual di pasaran. Tentunya ingin membuat para pengunjung untuk kembali mengingat kesan zaman dulu ketika masih di sekolah, di kampung asalnya," kata Catur, Minggu (23/3).
Nama-nama sirup jadul dengan merk Siropen, Kurnia, Sirup Kartika dan lainnya, bisa dipilih para pengunjung sesuai selera masing-masing.
Sirup dengan rasa mawar misalnya, dengan aromanya yang khas dan rasa manis yang lembut, menjadi pilihan favorit.
Minuman ini mampu menghadirkan sensasi kesegaran yang sempurna setelah seharian berpuasa.
Tak kalah populer, sirup cocopandan dengan perpaduan rasa kelapa dan pandan yang unik, menawarkan cita rasa tropis yang menyegarkan.
"Kita hunting sirup-sirup ini dari Surabaya dan sekitarnya saja. Total ada sembilan macam sirup yang kita hadirkan. Ada rasa mawar, frambozen, cocopandan, leci, gula batu dan beberapa lainnya," jelas Catur.
Catur juga menyarankan bagi para pengunjung yang rentan dengan rasa-rasa seperti serik, untuk lebih selektif.
Karena mungkin menurutnya pembuatan sirup tersebut tidak terjaga higienisnya.
"Tapi hati-hati untuk orang yang rentan atau tidak nyaman terhadap rasa serik, karena setelah saya coba ada beberapa merk yang serik. Karena ini sirup jadul, mungkin dalam proses pembuatannya tidak sehigienis produksi sirup yang modern. Memang tidak serik banget, tapi ini yang menandakan bahwa sirup ini memang jadul," tambahnya.
Penyajian sirup ini cukup sederhana, hanya dicampur dengan air putih dengan gramasi yang sesuai. Bisa disajikan dingin dengan diberi es batu, atau disajikan hangat. (sam/nur)
Editor : Nurista Purnamasari