RADAR SURABAYA — Permen jahe yang kini dikenal sebagai camilan manis ternyata memiliki sejarah panjang. Olahan berbahan dasar jahe ini bermula dari pemanfaatan rempah sebagai ramuan tradisional yang telah digunakan masyarakat sejak lama untuk menjaga kesehatan sekaligus menghangatkan tubuh.
Sejak berabad-abad lalu, jahe menjadi bahan penting dalam pengobatan tradisional di berbagai wilayah Asia, seperti Tiongkok dan India. Rempah ini dipercaya mampu membantu meredakan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari masuk angin hingga gangguan pencernaan.
Baca Juga: Permen Jahe Legendaris Asal Pasuruan Raih Rekor MURI Sebagai yang Tertua di Indonesia
Agar lebih mudah dikonsumsi, masyarakat kemudian mengolah jahe dengan tambahan gula sehingga rasanya menjadi lebih ringan dan dapat dinikmati oleh lebih banyak orang. Dari proses inilah berbagai produk manisan berbahan dasar jahe mulai berkembang, salah satunya permen jahe.
Secara umum, permen jahe dibuat dengan cara memasak potongan jahe bersama gula hingga menghasilkan rasa manis dengan sensasi pedas hangat yang khas. Perpaduan rasa tersebut membuat permen jahe tidak hanya nikmat, tetapi juga tetap mempertahankan karakter alami dari rempahnya.
Baca Juga: Rumah Jahe ala Christmast Market di Eropa
Seiring waktu, olahan jahe manis berkembang di berbagai negara. Di Tiongkok, misalnya, jahe dimasak dengan gula atau madu kemudian dikeringkan agar dapat disimpan lebih lama dan praktis dibawa sebagai camilan.
Perdagangan rempah juga berperan besar dalam menyebarkan penggunaan jahe ke berbagai wilayah, termasuk Eropa. Pada masa itu, jahe tidak hanya digunakan sebagai bahan makanan, tetapi juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan sehingga kerap diolah menjadi berbagai makanan manis, termasuk permen.
Baca Juga: Mengenal 12 Jenis Teh Populer di Dunia: Ada yang Murni hingga Dicampur Rempah
Di Indonesia sendiri, jahe telah lama dikenal sebagai bahan utama dalam minuman tradisional seperti wedang jahe. Dari kebiasaan tersebut kemudian lahir berbagai inovasi olahan lain, termasuk permen jahe yang kini hadir dalam beragam bentuk dan kemasan modern.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa bahan tradisional dapat terus beradaptasi mengikuti perubahan zaman. Permen jahe menjadi contoh bagaimana rempah yang dahulu dikenal sebagai bahan obat kini berkembang menjadi camilan populer yang digemari banyak orang. (she/fir)