Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ngabuburit di Tugu Pahlawan Surabaya, Perpaduan Ludruk Legendaris dan Wisata Sejarah Jadi Magnet saat Ramadan

Dimas Mahendra • Minggu, 1 Maret 2026 | 11:23 WIB

SYAHDU: Masyarakat menikmati suasana Tugu Pahlawan, Surabaya, saat acara Ngabuburit Ramadan. UMKM menjajahkan makanannya di lokasi untuk pengunjung.(IST/RADAR SURABAYA)
SYAHDU: Masyarakat menikmati suasana Tugu Pahlawan, Surabaya, saat acara Ngabuburit Ramadan. UMKM menjajahkan makanannya di lokasi untuk pengunjung.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Kawasan Tugu Pahlawan Surabaya kembali menjadi pusat keramaian Ramadan. Selama 28 Februari hingga 1 Maret 2026, ribuan warga memadati area bersejarah tersebut dalam gelaran Ngabuburit Ramadan yang memadukan hiburan rakyat, bazar UMKM, hingga wisata edukasi di Museum Sepuluh Nopember.

Hari ini, Minggu (1/3), bakal jadi puncak sekaligus penutup acara. Pengunjung yang datang terbilang bervariasi mulai dari, keluarga, anak muda, hingga komunitas. Mereka menggelar tikar di ruang terbuka hijau depan monumen. Konsep mini camping yang dihadirkan panitia membuat suasana ngabuburit terasa seperti festival rakyat.

Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya, Saidatul Ma’munah, menyebut antusiasme warga tahun ini meningkat dibanding sebelumnya.

“Pengunjung yang datang rata-rata keluarga dan anak-anak muda. Ini jadi alternatif kegiatan positif untuk mengisi waktu ngabuburit,” ujarnya, Minggu (1/3).

Tak sekadar berburu takjil, pengunjung juga disuguhi pasar murah dan bazar sekitar 20 pelaku UMKM. Permainan tradisional turut dihadirkan untuk memperkenalkan kembali dolanan lawas kepada generasi muda.

Menjelang berbuka, suasana berubah khidmat dengan kultum dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Malam harinya di hari terakhir ini, ada panggung hiburan diisi musik Islami, dagelan, hingga penampilan Ludruk RRI yang legendaris, membawa nuansa klasik yang jarang ditemui di ruang publik saat Ramadan.

Yang membuat acara ini berbeda adalah sentuhan edukasi sejarah. Museum Sepuluh Nopember tetap buka hingga pukul 21.00. Pengunjung dapat mengikuti kuis sejarah perjuangan Surabaya sembari menelusuri kembali jejak peristiwa 10 November.

“Museum tetap buka sampai malam, kami tambahkan kuis menarik agar pengalaman berkunjung makin seru dan edukatif,” jelas Saida.

Dengan tiket masuk mulai Rp 5.000, warga sudah bisa menikmati seluruh rangkaian acara sekaligus akses museum. Tahun lalu, kunjungan mencapai sekitar 500 orang per hari, dan tahun ini panitia optimistis jumlah tersebut terlampaui.

Ngabuburit di Tugu Pahlawan pun tak lagi sekadar menunggu adzan magrib. Ia menjelma ruang temu lintas generasi, tempat kuliner, seni tradisi, dan sejarah berpadu dalam satu sore Ramadan di jantung Kota Pahlawan. (dim/gun)

Editor : Guntur Irianto
#bazar #referensi #musik #di surabaya #ngabuburit #Tugu Pahlawan #umkm #terbaru #berita surabaya #pilihan #berita surabaya hari ini #Tugu Pahlawan Surabaya #festival #lokasi #Berita Ramadan #ramadan #tempat