Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Chef Hotel Ciputra World Surabaya Ungkap Rahasia Sajian Ayam Kanton dengan Kulit Garing tapi Daging Tetap Juicy

Andy Satria • Minggu, 22 Februari 2026 | 13:52 WIB

 KULINER ORIENTAL: Pengunjung menikmati kreasi kuliner khas Tionghoa, yakni ayam kanton, yang disajikan dengan bumbu tambahan, serta menggunakan bahan yang segar, Minggu (22/2).
KULINER ORIENTAL: Pengunjung menikmati kreasi kuliner khas Tionghoa, yakni ayam kanton, yang disajikan dengan bumbu tambahan, serta menggunakan bahan yang segar, Minggu (22/2).

RADAR SURABAYA - Kreasi kuliner khas Tionghoa kembali dihadirkan dengan sentuhan berbeda.

Salah satu menu kuliner yang banyak peminat adalah Ayam Kanton atau Cantonese Chicken, hidangan populer asal Kanton, Tiongkok.

Ayam Kanton dikenal dengan ciri khas kulitnya yang garing, renyah, dan berwarna merah mengilap.

Sementara itu, bagian dalam dagingnya tetap lembut dan juicy. Perpaduan tekstur inilah yang membuat menu ini digemari pecinta kuliner oriental.

Executive Chef Hotel Ciputra World Surabaya, Dale Daryl Laoh menjelaskan, kualitas bahan menjadi kunci utama kelezatan menu tersebut.

Ia memastikan seluruh bahan yang digunakan dalam kondisi segar.

“Yang membedakan menu ini dengan yang lain, bahan yang kami pakai semuanya fresh, bukan ayam potong frozen. Bumbunya juga kami buat sendiri atau homemade,” ujarnya, Minggu (22/2).

Untuk menjaga kualitas rasa dan tekstur, Dale memberikan spesifikasi khusus pada bahan utama. Ia memilih ayam broiler dengan berat sekitar 1,2 kilogram.

Menurutnya, ukuran tersebut ideal untuk menghasilkan daging yang lembut sekaligus matang merata.

Proses pengolahan dilakukan dengan teknik khusus hingga menghasilkan kulit ayam yang renyah di luar, namun tetap mempertahankan kelembapan daging di bagian dalam. Setelah matang, ayam dipotong-potong dan disajikan dengan cara yang unik.

Ayam Kanton ini dinikmati dengan cara dicocol ke dalam campuran gula, ngohiong, dan beberapa bumbu tambahan.

Ngohiong sendiri merupakan campuran rempah khas Tionghoa yang memiliki aroma dan cita rasa kuat.

“Nanti rasa yang muncul bermacam-macam. Karena ngohiong itu bumbu rempah khas Tionghoa. Ketika dicocol, akan memberikan rasa baru pada ayamnya,” jelas Dale.

Sensasi berbeda juga dirasakan salah satu tamu hotel, Akira Tandika, yang baru pertama kali mencicipi Ayam Kanton tersebut.

Ia mengaku terkesan dengan rasa dan teknik pengolahannya.

“Pertama kali nyoba ayam Kanton. Menurutku gurih, bumbunya meresap sampai ke dalam. Tapi untuk orang yang nggak suka rempah, ayamnya masih nyaman buat dimakan,” katanya.

Akira menilai teknik memasaknya kemungkinan menggunakan oven, sehingga menghasilkan tekstur yang tidak terlalu berminyak.

“Sepertinya dimasak dengan cara dioven, jadi lebih rendah lemak,” tambahnya.

Menurutnya, cara makan Ayam Kanton yang dicocol gula bercampur rempah menjadi daya tarik tersendiri.

Perpaduan rasa gurih dari daging ayam dan manis-rempah dari cocolan menciptakan keseimbangan rasa yang pas di lidah. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Dale Daryl Laoh #sajian ayam kanton #kuliner oriental #daging ayam kanton tetap lembut #hotel ciputra world surabaya