RADAR SURABAYA – Sukun kini tak lagi sekadar identik dengan gorengan pinggir jalan. Buah tropis ini mulai mendapat perhatian sebagai sumber karbohidrat alternatif yang dinilai mampu menggantikan nasi maupun roti dalam menu sehari-hari.
Sukun atau breadfruit dikenal sebagai buah berukuran besar dengan kulit menyerupai nangka. Di balik tampilannya, sukun menyimpan kandungan karbohidrat kompleks, serat, vitamin, dan mineral yang cukup lengkap.
Baca Juga: Buah Sukun Nusantara, Dari Gorengan Kampung hingga Disebut Penyelamat Dunia di Eropa
Saat diolah, tekstur sukun dapat menyerupai roti atau kentang. Karena itu, di sejumlah negara tropis, buah ini kerap dijadikan bahan makanan pokok. Sukun biasanya dipanen ketika masih muda atau setengah matang, lalu diolah dengan cara direbus, dipanggang, digoreng, hingga dijadikan tepung.
Kandungan seratnya yang tinggi membuat sukun kerap disebut sebagai superfood. Serat membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah sekaligus mendukung kesehatan sistem pencernaan. Hal ini menjadikan sukun cocok sebagai pilihan sumber karbohidrat bagi mereka yang ingin menjalani pola makan lebih sehat.
Baca Juga: 10 Buah yang Sebaiknya Dihindari Anak-Anak
Selain itu, sukun juga mengandung antioksidan seperti vitamin C dan berbagai fitonutrien yang berperan dalam melawan stres oksidatif serta menjaga daya tahan tubuh. Beberapa laporan menyebutkan sukun memiliki sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung fungsi optimal.
Dalam dunia kuliner, sukun tergolong fleksibel. Buah ini dapat diolah sebagai pengganti kentang, dicampurkan dalam sup dan tumisan, hingga menjadi bahan dasar produk tepung untuk aneka roti dan kue.
Baca Juga: Tomat Buah atau Sayur? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Tak hanya populer di Indonesia, sukun juga menjadi bagian penting dari pola makan di sejumlah wilayah Pasifik, Afrika, Karibia, dan Amerika Tengah. Dengan nilai gizi dan potensi pengolahan yang luas, sukun dinilai sebagai salah satu pangan tropis yang layak diperhitungkan sebagai alternatif sumber karbohidrat masa depan. (she/fir)
Editor : M Firman Syah