RADAR SURABAYA - Di tengah maraknya kuliner malam di Kota Pahlawan, sebuah gerobak roti bakar tampil berbeda.
Bukan dipanggang di atas teflon atau alat listrik, roti bakar ini justru dibakar langsung dengan api.
Namanya Roti Bakar Menyala, usaha milik Muhammad Badrul. Inovasi ini menawarkan sensasi roti bakar dibakar langsung di atas kompor, di kawasan Karang Menjangan, Surabaya.
Konsep tersebut sengaja dipilih Badrul untuk menghadirkan pengalaman baru bagi penikmat kuliner.
“Saya bikin roti bakar dengan cara dibakar langsung biar beda sama yang lain dan lebih menarik, karena belum ada di Surabaya. Dibakar pakai kompor, jadi rotinya kena api langsung dan lebih crunchy,” ujar Badrul, Senin (2/2).
Awalnya, ia sempat berencana menggunakan arang seperti pembakaran tradisional. Namun rencana itu urung karena abu arang kerap menempel di roti.
Dari situ, Badrul mencari alternatif pembakaran yang tetap menghasilkan sensasi seperti arang, tetapi lebih bersih.
Pilihannya jatuh pada kompor bakaran khusus dengan alat pemanggang yang disesuaikan untuk dua lembar roti sekaligus.
Sebelum berjualan, Badrul mengaku melakukan banyak eksperimen.
Tak kurang dari 20 roti habis hanya untuk uji coba rasa.
“Saya bikin, saya bagikan ke teman-teman. Mereka bilang ‘kurang enak’, saya coba lagi, masih kurang. Saya ulang terus sampai tahu apa yang kurang dan pas di lidah,” tuturnya.
Menariknya, usaha ini menjadi pengalaman pertama Badrul di dunia kuliner. Sebelumnya, ia bekerja membantu penjualan jilbab.
Keinginannya memiliki usaha sampingan membuatnya berpikir mencari jenis usaha yang sederhana.
“Kepikiran roti bakar. Padahal saya bukan pecinta roti bakar dan tidak pernah ikut jualan roti bakar. Ini ide spontan,” katanya.
Untuk belajar, Badrul memilih cara yang tak biasa. Ia berkeliling membeli roti bakar dari berbagai tempat, memperhatikan proses memasaknya, lalu mencoba sendiri di rumah.
Dari situlah racikan khas Roti Bakar Menyala terbentuk.
Dari sisi penjualan, usahanya terbilang stabil. Pada Januari lalu, rata-rata terjual sekitar 40 porsi per hari.
Sementara pada 2025 lalu, penjualan bisa mencapai 50 hingga 70 roti per hari.
Proses memasaknya sendiri membutuhkan waktu sekitar lima menit dengan teknik dibolak-balik agar matang merata.
Hasilnya, bagian luar roti terasa lebih kering dan renyah, sementara isian di dalam tetap lumer.
Roti Bakar Menyala menawarkan sekitar 16 pilihan rasa. Dua varian yang paling banyak diminati adalah nutella dan coco crunchy.
Soal harga, Badrul mematok tarif yang relatif terjangkau, mulai Rp 15 ribu hingga Rp 27 ribu per porsi.
Dalam satu porsi, pembeli bisa memilih dua rasa sekaligus. “Misalnya satu cokelat, satu stroberi. Jadi cukup beli satu porsi sudah bisa menikmati dua rasa,” jelasnya. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa