Pasuruan — Banjir menerjang kawasan wisata pemandian Banyubiru Park milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (20/1) sore. Peristiwa ini dipicu curah hujan tinggi yang meningkatkan debit sungai hingga menjebol pintu air di sekitar lokasi wisata.
Luapan air sungai masuk ke area pemandian setelah pintu air di sisi kawasan wisata tidak mampu menahan derasnya arus. Akibatnya, sejumlah fasilitas Banyubiru Park terendam, disertai material lumpur yang terbawa masuk ke area pemandian.
Baca Juga: Banjir Pasuruan Belum Surut, 13 Desa Terendam Hingga Dada Orang Dewasa
Kepala Desa Sumberejo, Sakri, membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan, pemandian yang terdampak merupakan aset desa yang dikelola BUMDes, bukan milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
“Betul, kejadiannya sore ini. Tapi itu pemandian milik BUMDes, bukan yang dikelola Pemkab Pasuruan,” ujar Sakri kepada wartawan.
Baca Juga: Bermain di Lapangan Bola Yang Terendam Banjir di Bekasi, Remaja 19 Tahun Tewas Tenggelam
Menurutnya, hujan deras yang turun sejak siang hari membuat aliran sungai dari arah selatan meningkat drastis dan mengarah langsung ke kawasan pemandian. Kondisi tersebut menyebabkan pintu air jebol dan air mengalir masuk ke area wisata.
“Banjir dari selatan memang mengarah langsung ke pemandian karena dekat dengan pintu sungai. Seharusnya aliran air ke barat, tapi karena debitnya besar akhirnya masuk ke utara dan ke pemandian,” jelasnya.
Baca Juga: 4.632 Penumpang di Surabaya Batalkan Tiket meski Jalur KA Sudah Normal Selepas Banjir Pekalongan
Meski banjir sempat menggenangi kawasan wisata, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pengelola bersama perangkat desa langsung menutup sementara operasional pemandian dan melakukan pembersihan fasilitas yang terdampak.
Pemerintah desa bersama pengelola BUMDes akan melakukan evaluasi serta perbaikan pintu air sebagai langkah antisipasi, mengingat potensi curah hujan di wilayah Pasuruan masih tergolong tinggi. (she/fir)
Editor : M Firman Syah