RADAR SURABAYA - Kreasi kuliner burger dengan cita rasa khas Amerika Serikat kini hadir dan berkembang di Kota Surabaya.
Berawal dari usaha rumahan di kawasan Bulak Banteng, California Burger perlahan mencuri perhatian pecinta kuliner hingga sempat viral di media sosial.
Owner California Burger, Zainuddin, menceritakan perjalanan usahanya yang bermula secara sederhana.
Ia mengaku pertama kali membuka usaha burger tersebut di dalam rumah sebelum akhirnya berkembang seperti sekarang.
“Awalnya saya buka Burger California ini di rumah, di Bulak Banteng. Alhamdulillah responsnya bagus dan sempat viral di media sosial,” ujar Zainuddin, Jumat (9/1).
Zainuddin bukanlah orang baru di dunia kuliner. Ia merupakan mantan chef kapal pesiar selama tiga tahun sejak 2010.
Kemudian melanjutkan karier sebagai chef di Amerika Serikat. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting saat ia kembali ke Indonesia pada 2019.
“Saya memang punya cita-cita, kalau pulang ke Indonesia ingin buka restoran dengan gaya Amerika. Awalnya kepikiran steak, tapi setelah banyak pertimbangan akhirnya memilih burger dulu,” katanya.
Nama California dipilih bukan tanpa alasan. Zainuddin pernah bekerja dan tinggal di wilayah tersebut.
Ia ingin menghadirkan pengalaman kuliner ala Amrik, namun tetap dengan khas lidah Indonesia.
Seluruh bahan burger di California Burger dibuat secara homemade dan dalam kondisi segar. Mulai dari roti hingga saus diracik sendiri, lalu dipadukan dengan sentuhan cita rasa Nusantara.
“Teknik masaknya khas Amerika, termasuk proses smash pada patty. Ukurannya juga besar. Tapi untuk saus, kami sesuaikan dengan lidah Indonesia,” jelasnya.
Beberapa menu andalan antara lain burger avocado yang terinspirasi dari Amerika Latin, burger khas Chicago dengan tambahan nanas, serta saus racikan khas daerah Ohio.
Selain burger, California Burger juga menyajikan menu lain seperti nasi oregano, spaghetti, tortilla, hingga burrito.
Menariknya, hampir semua menu menjadi favorit pengunjung.
Tak hanya warga Surabaya, pelanggan juga datang dari berbagai daerah seperti Bangkalan, Mojokerto, hingga Jombang.
Pengunjungnya pun beragam, mulai dari anak muda hingga keluarga.
Zainuddin mengakui tantangan terbesarnya adalah memperkenalkan burger sebagai makanan yang mengenyangkan, mengingat masyarakat Indonesia terbiasa dengan nasi.
“Burger memang bukan makanan utama seperti nasi. Tapi kami ingin meyakinkan bahwa dengan porsi besar, makan burger di sini tetap bikin kenyang,” ujarnya.
Nuansa restoran California Burger juga dibuat berbeda. Dominasi warna merah putih menjadi ciri khas, sejalan dengan cita-cita Zainuddin untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke tingkat internasional.
“Saya juga membawa identitas Madura. Kapan lagi orang Madura jualan burger,” ucapnya.
Saat ini, California Burger telah beroperasi selama dua tahun. Dari usaha rumahan, kini resmi membuka gerai di ruko kawasan Jalan Dr. Moestopo, Surabaya. Restoran ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.
Salah satu pengunjung, Suci Rahayu, mengaku terkesan dengan rasa burger yang disajikan. Menurutnya, California Burger memiliki karakter rasa yang berbeda dibanding burger lain di Surabaya.
“Burgernya beda, tidak eneg. Ada rasa smoky-nya juga, jadi lebih nikmat,” katanya. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa