RADAR SURABAYA - Peristiwa tragis terjadi di penambangan batu permata di Afghanistan utara. Empat penambang dilaporkan meninggal dunia akibat sesak napas saat menggali batu permata di lokasi tambang.
Korban diduga menghirup asap berbahaya dari mesin penghancur batu yang digunakan dalam proses penambangan.
Juru bicara kepolisian Badakhshan, Ehsanullah Kamgar, mengatakan insiden terjadi di Distrik Khash pada Jumat (9/1) waktu setempat.
“Empat pekerja di sebuah tambang meninggal karena sesak napas yang disebabkan oleh asap yang dikeluarkan dari mesin penghancur batu,” ujarnya dilansir dari AFP, Minggu (11/1).
Hingga kini, pihak berwenang belum memberikan keterangan apakah tambang tersebut beroperasi secara resmi atau ilegal.
Afghanistan sendiri dikenal sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam melimpah, mulai dari marmer, mineral, emas, batu mulia, hingga batubara.
Menurut penilaian AS dan PBB pada 2010 dan 2013, cadangan tembaga dan litium yang terkubur di lanskap berbatu Afghanistan diperkirakan bernilai satu triliun dolar.
Namun, kecelakaan fatal kerap terjadi di sektor pertambangan Afghanistan. Para penambang sering bekerja tanpa peralatan keselamatan memadai. Pada Juli 2025, misalnya, enam penambang tewas dan 18 lainnya luka-luka akibat runtuhan tambang batu bara di Provinsi Baghlan bagian utara. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari