RADAR SURABAYA - Kreasi kuliner unik kembali hadir di Kota Pahlawan.
Hotel Java Paragon Surabaya memperkenalkan sajian baru bernama gado-gado roll, yaitu inovasi dari makanan tradisional gado-gado yang menggunakan daging ikan salmon sebagai isian pengganti telur.
Menu ini dibuat dengan konsep healthy food yang saat ini semakin digemari masyarakat.
Executive Chef Hotel Java Paragon Surabaya, Randy Unggul, menjelaskan, gado-gado roll diciptakan untuk menghadirkan cita rasa nusantara dalam tampilan modern dan lebih sehat.
Selain itu, penggunaan salmon sebagai sumber protein bertujuan meningkatkan nilai gizi dalam setiap porsi.
“Gado-gado ini saya buat seperti pada umumnya, hanya proteinnya kita ambil dari ikan salmon. Karena kita ingin mengangkat nilai makanan nusantara ini ke level yang lebih tinggi, selain membuat makanan sehat,” jelas Randy, Selasa (2/12).
Secara keseluruhan, bahan-bahan dalam gado-gado roll mirip dengan gado-gado tradisional.
Bedanya, seluruh isian seperti wortel, bayam, timun, tahu, dan tempe direbus, kemudian digulung menggunakan sawi putih sebagai pembungkus.
Sementara ikan salmon dimasak dengan teknik torch, yaitu metode menggunakan obor gas untuk mematangkan permukaan makanan agar menghasilkan tekstur dan aroma yang khas.
Untuk saus kacangnya, Randy menyampaikan, konsep sehat juga menjadi fokus utama dengan menghilangkan santan dan menggantinya dengan fiber creme.
Selain itu, saus dibuat dari campuran kacang tanah dan kacang mede sehingga menghasilkan rasa yang lebih lembut.
“Isiannya hampir sama dengan gado-gado pada umumnya, hanya potongannya yang kita ubah. Yang membedakan, kita menggunakan salmon sebagai proteinnya. Dan untuk sausnya kita buat tanpa santan, menggunakan dua macam kacang,” tambahnya.
Menu gado-gado roll ini banyak diminati, terutama oleh kalangan ekspatriat yang menginap atau berkunjung ke hotel.
Dengan tampilan modern, rasa khas nusantara, dan konsep makanan sehat, gado-gado roll menjadi pilihan baru bagi pecinta kuliner yang ingin menikmati masakan tradisional Indonesia dengan sentuhan berbeda. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa