RADAR SURABAYA - Saat hujan turun, sebagian orang mencari hidangan hangat berkuah.
Namun ada yang unik dan cocok dijadikan sebagai menu alternatif yang tak kalah menarik, yakni nasi goreng rawon.
Kreasi unik ini memadukan bumbu rawon khas Jawa Timur dengan sajian nasi goreng yang lebih praktis dan disukai banyak kalangan.
Executive Sous Chef Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya, Muhammad Hasyim, menjelaskan, ide menu ini lahir dari keinginannya untuk mengembangkan kuliner Indonesia.
“Kreasi nasi goreng rawon mungkin bukan yang pertama, tetapi saya memiliki misi untuk meningkatkan kualitas produk Indonesia dengan kekayaan bumbu rempah yang kita punya,” ujarnya, Jumat (14/11).
Menurut Chef Hasyim, rawon yang selama ini identik sebagai sup hitam dengan cita rasa khas, sebenarnya sangat digemari masyarakat.
Dari situlah ia mencoba mengimplementasikan rasa rawon ke dalam nasi goreng.
“Kenapa nasi goreng? Karena tidak semua orang suka makanan berkuah,” tambahnya.
Dalam meracik bumbu rawon, kluwek menjadi penentu utama. Chef Hasyim menekankan pentingnya memilih kluwek yang benar-benar bagus agar rasa rawon semakin nikmat.
Selain pemilihan bahan, teknik pengolahan juga menjadi kunci. Daging sapi dimasak bersamaan dengan bumbu rawon agar teksturnya empuk dan meresap sempurna sebelum dicampurkan dengan nasi.
Ciri khas warna hitam pada nasi berasal dari kluwek, membuat tampilannya mirip rawon kuah asli.
Isiannya pun lengkap, mulai daging sapi, telur asin, tauge pendek, emping, hingga lalapan timun, selada, dan tomat.
Chef Hasyim menjelaskan bahwa nasi goreng rawon harus disajikan hangat.
Jika dibiarkan dingin, minyak atau lemak dari bumbu rawon dan daging akan muncul sehingga memengaruhi tekstur dan rasa.
“Menu ini dimasak langsung dan idealnya langsung dinikmati,” katanya.
Dari segi rasa, nasi goreng rawon cenderung gurih dan tidak terlalu pedas, sehingga cocok untuk segala usia.
Respons tamu pun sejauh ini sangat positif karena banyak yang penasaran dan kemudian menyukainya.
Dengan paduan aroma rempah, daging empuk, serta sensasi rawon tanpa kuah, menu ini menjadi pilihan tepat saat musim hujan.
Hangat, mengenyangkan, dan tetap menghadirkan cita rasa khas Jawa Timur. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa