Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Beli Martabak Legend Surabaya Harus Antre Dua Bulan

Andy Satria • Rabu, 5 November 2025 | 22:27 WIB
MARTABAK JADUL: Pemilik Martabak Legend, Novyta Halim, menunjukkan martabak jadul buatannya yang sudah dipesan pelanggannya, di kawasan Wisata Bukit Mas, Surabaya, Rabu (5/11).
MARTABAK JADUL: Pemilik Martabak Legend, Novyta Halim, menunjukkan martabak jadul buatannya yang sudah dipesan pelanggannya, di kawasan Wisata Bukit Mas, Surabaya, Rabu (5/11).

RADAR SURABAYA - Martabak tradisional atau martabak khas Madura dengan isian bihun dan sayuran, merupakan jajanan lawas yang saat ini tengah naik daun.

Martabak Legend di kawasan Wisata Bukit Mas, Surabaya, salah satunya yang tengah viral dan banyak diburu pecinta kuliner.

Bahkan, untuk bisa mencicipinya, pembeli rela antre hingga satu hingga dua bulan lamanya.

Pemilik Martabak Legend, Novyta Halim, mengatakan usaha ini telah dirintis sejak tahun 2019.

Martabak jadul ini memiliki cita rasa khas, dengan tingginya permintaan membuat proses pembelian harus melalui sistem pre-order.

“Kami memang membatasi produksi setiap hari agar kualitas tetap terjaga. Semua dibuat dalam kondisi fresh, jadi waktu tunggu bisa sampai dua bulan,” ujar Novyta saat ditemui di tempat produksinya, Rabu (5/11).

Setiap harinya, Martabak Legend hanya mampu memproduksi sekitar 1.500 potong martabak, yang proses masaknya dibagi dalam empat kloter.

Produksinya pun dilakukan di area perumahan, sehingga kapasitas tidak bisa terlalu besar.

Meski begitu, pelanggan datang dari berbagai daerah, bahkan hingga mancanegara.

"Bukan hanya dari Surabaya, tapi juga dari luar kota dan luar negeri seperti Amerika Serikat, Eropa, Asia, dan Timur Tengah. Kami kirim dalam kondisi setengah matang lalu dibekukan (frozen) menggunakan jasa kargo pesawat. Banyak juga yang membawanya sebagai oleh-oleh,” jelasnya.

Ciri khas Martabak Legend terletak pada penggunaan bahan-bahan premium dan bumbu khas Madura.

Martabak ini memiliki isian beragam seperti bihun, sayuran, tetelan, usus ayam, hingga lemak sapi.

Semua dibuat dengan minyak gajih untuk menghasilkan aroma gurih yang khas.

“Kami ingin menjaga rasa autentik martabak jadul. Condimentnya pun lengkap, ada petis, acar, sambal, dan minyak gajih untuk yang ingin dipanaskan ulang,” tutur Novyta.

Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, yakni Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per potong, atau sekitar Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per kotak berisi 10 potong.

Dari berbagai varian, martabak dengan isian tetelan menjadi yang paling favorit. “Untuk tetelan saja, sehari bisa habis 35 kilogram,” ungkapnya.

Novyta mengaku ide membuat martabak jadul ini muncul dari kenangan masa kecilnya. Ia sering membeli jajanan tersebut dan akhirnya belajar membuatnya sendiri.

"Awalnya hanya iseng waktu saya berhenti bekerja dan jadi ibu rumah tangga. Saya coba buat dan bagikan ke teman-teman. Banyak yang suka, lalu saya posting di media sosial. Dari situ pesanan mulai ramai,” pungkasnya. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#legend #jadul #madura #martabak #antre #frozen #Radar Surabaya