RADAR SURABAYA - Jajanan gorengan khas Tiongkok yang dikenal dengan nama kue tiram kini hadir dengan cita rasa yang lebih kekinian di Surabaya.
Di tangan kreatif pasangan suami istri pemilik Kue Tiram Babah Hoi, camilan yang biasa disebut ote-ote atau bakwan ini tampil dengan isian yang beragam dan menggugah selera.
Binti Rohmatin, istri dari sang pemilik Babah Hoi, bercerita bahwa Awalnya ia membuat kue tiram ini dengan memakai resep khas Taiwan.
Namun karena dirasa kurang cocok dengan lidah orang Surabaya, akhirnya dilakukan penyesuaian.
“Awalnya saya buat kue tiram pakai resep dari Taiwan, tapi ternyata rasanya kurang cocok dengan lidah orang Surabaya. Akhirnya saya ubah lagi biar rasanya lebih gurih dan pas di mulut orang sini,” ujar Binti Rohmatin saat ditemui di kedainya di kawasan Kapas Kampung, Surabaya, Selasa (4/11).
Menurutnya, sang suami juga sangat menyukai kue tiram. Dari situlah ia mulai berkreasi, menambah isian dan memperkaya rasa. Dan hasil modifikasi itu pun justru diminati banyak orang.
“Kita mulai jualan lewat media sosial dengan sistem pre order. Responsnya bagus sekali, mungkin karena banyak yang penasaran dengan kue seperti ini,” tambahnya.
Binti Rohmatin mengaku awalnya sempat kesulitan saat memproduksi. Adonan kue sering menempel di cetakan, hingga akhirnya ia terus mencoba berbagai cara sampai mendapatkan hasil sempurna.
Kini, Kue Tiram Babah Hoi hadir dalam enam varian rasa, mulai dari ayam, tiram, rumput laut dengan campuran daun bawang. Tak hanya itu ada juga cumi dan udang.
“Kalau adonan dasarnya hampir sama seperti ote-ote pada umumnya, tapi ada bahan rahasia yang bikin teksturnya lebih lembut dan gurih,” tutur Binti Rohmatin.
Harga kue tiram Babah Hoi dibanderol mulai Rp 12 ribu untuk ukuran kecil, Rp 17.500 untuk ukuran normal, dan Rp 23 ribu untuk versi premium.
Dari semua varian, tiram dan premium menjadi yang paling banyak diminati.
Penjualannya sempat menembus 1.500 pieces per hari saat sempat viral di media sosial.
Bahkan, penjualannya mencapai ke Singapura dan Kuala Lumpur, serta beberapa pelanggan membawa kue tiram Babah Hoi hingga Belanda sebagai oleh-oleh khas Surabaya.
Meski berasal dari tradisi kuliner Tionghoa, Binti Rohmatin menegaskan bahwa produknya halal dan bisa dinikmati oleh semua kalangan.
“Semua bahan kita pastikan aman dan halal. Kalau disimpan di freezer, kue tiram bisa awet sampai satu bulan,” pungkasnya. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa