Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tak Butuh Kalkulator, Rasa Rawon Ini Sudah Menghitung Kenikmatan Sendiri

Muhammad Firman Syah • Selasa, 28 Oktober 2025 | 20:58 WIB
Rawon Kalkulator, daging empuk berpadu dengan kuah kental.
Rawon Kalkulator, daging empuk berpadu dengan kuah kental.

Surabaya – Rawon, kuliner khas Jawa Timur yang legendaris, tak pernah kehilangan pesonanya. Kuah hitam pekat dari kluwek menjadi ciri khas yang membedakannya dari hidangan lain. Potongan daging sapi direbus bersama bumbu rempah seperti bawang merah, bawang putih, lengkuas, ketumbar dan kemiri. Setelah ditumis hingga harum, bumbu tersebut dimasukkan ke dalam kaldu panas, menghasilkan aroma gurih yang menggugah selera.

Biasanya, seporsi rawon disajikan bersama nasi hangat, tauge, telur asin, sambal dan kerupuk udang. Beberapa penjual menambahkan empal atau jeroan sebagai pelengkap cita rasa. Namun, di Surabaya, ada satu warung rawon yang tak hanya terkenal karena rasanya, melainkan juga karena kisah unik di balik namanya Rawon Kalkulator.

Berada di kawasan Taman Bungkul, Rawon Kalkulator telah beroperasi sejak 1975. Awalnya, warung ini dikenal dengan nama Warung Sedap Malam karena hanya buka pada sore hingga malam hari. Seiring waktu, para pelanggan memberikan julukan baru yang akhirnya melekat hingga kini.

Bukan karena rawonnya disajikan bersama kalkulator, tetapi karena sang kasir memiliki kemampuan menghitung pesanan dengan kecepatan luar biasa tanpa alat bantu hitung. Ketepatan dan kecepatan tangannya dalam menotal harga membuat pelanggan kagum, hingga nama “Rawon Kalkulator” pun populer di kalangan warga Surabaya.

Namun, pesona Rawon Kalkulator tak hanya terletak pada kisahnya. Potongan daging yang besar dan empuk berpadu dengan kuah hitam kental yang kaya rempah, menghasilkan rasa gurih yang pekat dan meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang mencicipinya. Tak heran, meski telah berdiri hampir setengah abad, warung ini tak pernah sepi pengunjung.

Menariknya, jejak rawon sendiri sudah tercatat sejak abad ke-10. Berdasarkan Prasasti Taji yang ditemukan di Ponorogo, hidangan bernama Rarawwan telah ada sejak tahun 901 Masehi. Bahkan, catatan resepnya ditemukan dalam naskah Serat Wulangan Olah-Olahan Warna-Warni di Keraton Mangkunegaran, Surakarta, pada tahun 1926. Tak hanya bersejarah, rawon juga pernah dinobatkan sebagai sup terenak di dunia versi TasteAtlas. (mer/fir)

Editor : M Firman Syah
#rawon #rawon kalkulator #Jawa Timur #kuliner #kluwek