RADAR SURABAYA - Cita rasa khas Pulau Dewata kini bisa dinikmati siapa saja, termasuk wisatawan lokal dan mancanegara serta warga Surabaya yang mencari kuliner Bali vibes tapi tetap halal.
Namanya Nasi Ayam Kadewatan Sangtu yang hadir di festival kuliner khas Bali di Surabaya, beberapa waktu lalu.
Racikan tangan dingin Nyoman Sri Wiryani, yang sukses membawa kehangatan dapur Bali ke lidah banyak orang.
“Awalnya, kami buka saat awal pandemi Covid-19, sekitar lima tahun lalu,” ujar Nyoman Sri, Rabu (22/10).
“Sebelumnya saya bekerja di hotel selama 27 tahun, tanpa latar belakang di dunia kuliner. Tapi karena rindu masakan kampung halaman, saya mencoba peruntungan lewat nasi khas Bali ini," tambahnya.
Nama “Kadewatan” merupakan nama dari desa asalnya di kawasan Ubud, Bali. Sementara “Sangtu” adalah diambil dari nama sang suami.
Menu yang disajikan di Nasi Ayam Kadewatan Sangtu terbilang lengkap dan kaya rasa.
Hidangan andalannya adalah Garang Asem Bali, yakni ayam berkuah bumbu Bali yang medok dengan rasa gurih pedas khas Pulau Dewata.
“Garang asem ini paling menantang dan butuh waktu lama untuk dibuat. Biasanya kami masak sehari sebelum disajikan supaya teksturnya empuk, karena memakai ayam pejantan,” ujar Nyoman.
Selain garang asem, ada juga ayam suwir, ati ampela bumbu Bali, telur pindang, sate lilit, nasi kulit ayam krispi, hingga kacang sambal Bali atau sambal embe yang menambah sensasi pedas gurih di setiap suapan.
Tak ketinggalan urap kacang panjang yang menyegarkan, menjadi pelengkap sempurna dalam satu porsi nasi.
Menurut Nyoman, kunci kelezatan kuliner Bali terletak pada racikan bumbu genap, campuran rempah yang lengkap dan kuat aromanya.
“Kalau bukan orang Bali asli, kadang agak sulit menyeimbangkan rasa bumbunya. Tapi setiap juru masak pasti punya sentuhan khas masing-masing,” tambahnya.
Meski awalnya banyak diminati warga lokal, kini wisatawan asing juga mulai jatuh cinta dengan kelezatan Nasi Ayam Kadewatan.
“Kami menyesuaikan tingkat kepedasan agar bisa diterima lidah semua orang, termasuk wisatawan luar negeri yang tidak terlalu suka pedas,” kata Nyoman.
Hidangan ini cocok dinikmati kapan saja, namun paling ramai dipesan saat jam makan siang. Dengan perpaduan rasa autentik dan tampilan yang menggugah selera, Nasi Ayam Kadewatan Sangtu merupakan ciri khas kuliner Bali. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa