RADAR SURABAYA - Kuliner dengan olahan bebek merupakan salah satu makanan khas Surabaya.
Kota Pahlawan memang dikenal sebagai surga bagi pecinta bebek goreng, dengan berbagai racikan bumbu yang menggugah selera.
Salah satunya adalah bebek bumbu hitam karya Chef Artotel TS Suite Surabaya, Catur Suyanto, yang menghadirkan cita rasa khas penuh rempah dan aroma menggoda.
Menurut Chef Catur, keunikan bebek bumbu hitam terletak pada racikan bumbunya yang kaya rempah dan proses memasaknya yang penuh kesabaran.
“Pertama, bebek itu sudah jadi ikon kuliner Surabaya. Nah, kalau bebek bumbu hitam buatan saya, yang membedakan ada pada karakter bumbunya. Kami menggunakan bumbu kuning yang ditumis lama sampai warnanya kehitaman dan keluar minyaknya,” ujar Chef Catur, Senin (20/10).
Proses menumis bumbu itu, lanjutnya, memakan waktu sekitar setengah jam hingga menghasilkan warna hitam pekat dengan aroma harum menggoda.
Setelah bumbu siap, bebek yang sudah diungkep kemudian digoreng hingga kering dan disajikan dengan siraman bumbu hitam serta taburan koya dari parutan kelapa.
Yang tak kalah penting, hidangan ini dilengkapi sambal bawang sebagai cocolan andalan.
“Biasanya orang makan bebek pakai sambal pencit (mangga muda), tapi menurut saya, sambal bawang lebih cocok. Rasanya pedasnya pas dan tidak menutupi cita rasa bebek serta bumbunya,” jelasnya.
Chef Catur menegaskan, perpaduan antara bebek yang gurih, bumbu hitam yang kaya rempah, dan sambal bawang yang pedas menjadikan hidangan ini nikmat di setiap suapan.
Tak hanya bebek bumbu hitam, Chef Catur juga menghadirkan beragam sajian khas Nusantara lainnya seperti ayam lodho, nasi babat, nasi goreng dukduk, dan soto daging.
Dengan perpaduan rasa tradisional dan tampilan kekinian, kuliner bebek bumbu hitam ala Chef Catur ini tak hanya menggugah selera, tapi juga memperkaya cita rasa khas Surabaya yang layak dijadikan ikon kuliner lokal. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa