Radar Surabaya – Di balik hamparan perbukitan hijau dan udara sejuk khas pegunungan Sumatera Utara, tersimpan keajaiban alam yang langka. Sebuah kolam alami dengan gelembung mineral menyerupai soda, dikenal masyarakat Batak Toba sebagai Aek Rara atau air merah. Inilah Pemandian Air Soda Tarutung, satu-satunya di Indonesia, bahkan disebut hanya ada dua di dunia.
Fenomena ini pertama kali ditemukan pada 1973 oleh seorang bidan, Minar Sihite. Saat menyusuri persawahan di Desa Parbubu, Tarutung, ia menemukan mata air tersembunyi di balik semak belukar. Rasa penasaran membuatnya mencicipi air tersebut, dan ia terkejut karena rasanya mirip soda.
Bersama keluarga, Minar kemudian membersihkan area sekitar, menggali kolam sederhana, dan pada 1976 membuka pemandian itu untuk umum. Sejak saat itu, Aek Rara menjadi bagian penting dari masyarakat Tarutung, tidak hanya sebagai tempat relaksasi, tetapi juga dipercaya memiliki khasiat kesehatan.
Menurut ahli geofisika UGM, Mochamad Nukman, air soda Tarutung terbentuk dari aktivitas geologi sepanjang Sesar Sumatera. Retakan bumi di kawasan Tarutung memungkinkan panas dari lapisan mantel naik ke permukaan membawa mineral, gas, dan ion alami. Proses inilah yang melahirkan gelembung-gelembung soda unik tersebut.
Suhu rata-rata air mencapai 31°C dengan tingkat keasaman pH 6. Kandungan bikarbonatnya sekitar 420 ppm, menjadikan air ini kaya mineral dan aman untuk berendam. Keunikan ini bukan hanya bernilai wisata, melainkan juga berpotensi menjadi objek penelitian geologi dan kesehatan.
Sejak lama, masyarakat percaya bahwa berendam di Pemandian Air Soda dapat membantu meredakan gatal-gatal, rematik, asam urat, hingga sakit mata. Kandungan mineralnya diyakini mampu menghaluskan kulit dan memberikan efek relaksasi.
Meski demikian, pengunjung tetap diingatkan berhati-hati karena air soda terasa asin dan dapat menimbulkan perih jika mengenai mata. Sensasi gelembung kecil yang menyelimuti tubuh memberi pengalaman unik, seolah dipijat ribuan tangan halus.
Sejak viral di media sosial, Pemandian Air Soda Tarutung semakin ramai dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menetapkannya sebagai objek wisata resmi pada 2004.
Kini, fasilitasnya semakin lengkap, mulai dari area parkir, kamar bilas, gazebo, hingga kantin sederhana yang dikelola masyarakat lokal. Tiket masuk hanya sekitar Rp10.000, sementara kebutuhan pengelolaan ditopang usaha kuliner dan penyewaan pelampung.
Keunikan Aek Rara membuatnya dilirik sebagai destinasi unggulan di kawasan Danau Toba. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, bahkan mendorong pengembangan infrastruktur dan promosi global bagi pemandian ini.
Bagi warga Tarutung, air soda tidak hanya keajaiban alam, tetapi juga tumpuan ekonomi. Dari warung makan hingga penyewaan pelampung, kehadiran wisatawan membuka peluang kerja baru. “Harapan kami, pengunjung semakin ramai, supaya anak-anak muda di sini bisa bekerja tanpa harus merantau,” ungkap salah satu pengelola warung setempat.
Baca Juga: PKS Jatim Dorong Paddle Bisa Jadi Ruang Positif dan Wisata Baru Anak Muda Surabaya
Berendam di Aek Rara bukan sekadar aktivitas wisata, melainkan pengalaman menyatu dengan alam, sejarah dan budaya. Di tempat ini, wisatawan bisa merasakan langsung bagaimana kekuatan bumi menciptakan fenomena unik sekaligus menikmati kehangatan air yang menenangkan.
Bagi siapa pun yang berkunjung ke kawasan Danau Toba, singgah ke Pemandian Air Soda Tarutung menjadi pengalaman yang tak boleh dilewatkan. Sebuah “surga kecil” yang mempertemukan keindahan alam dengan kehidupan masyarakat lokal dalam harmoni. (wid/fir)
Editor : M Firman Syah