Malang – Di tengah menjamurnya destinasi wisata modern yang serba digital, Malang menawarkan pengalaman berbeda melalui wisata edukasi petik jamur. Aktivitas ini tidak sekadar rekreasi, melainkan perjalanan belajar yang berpadu dengan kuliner sehat dan suasana pedesaan yang menenangkan.
Di Desa Wisata Poncokusumo, Kabupaten Malang, pengunjung diajak menyelami proses budidaya jamur sejak awal. Mulai dari mengenal media tanam berupa baglog, memahami cara perawatan, hingga menyaksikan siklus pertumbuhan jamur tiram dan kuping secara langsung.
Sebagai kenang-kenangan, wisatawan bahkan bisa membawa pulang baglog yang dapat dibudidayakan di rumah, menjadikannya bukan sekadar oleh-oleh tetapi juga simbol keberlanjutan pembelajaran.
Setelah memetik jamur dari kumbung, pengalaman berlanjut dengan kelas memasak yang mengolah jamur menjadi berbagai hidangan khas. Di Warung Jamur Ayu, misalnya, tersedia menu seperti sate jamur, rendang jamur, tongseng jamur, hingga mie jamur yang cocok untuk vegetarian.
Sate jamur menjadi favorit karena teksturnya yang kenyal dengan rasa gurih menyerupai daging, sementara rendang jamur menghadirkan alternatif sehat bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi hewani. Seluruh hidangan disajikan dengan harga terjangkau, rata-rata di bawah Rp 20 ribu per porsi.
Selain memberikan edukasi dan sajian kuliner, wisata petik jamur juga menghadirkan suasana pedesaan yang menyejukkan. Di kawasan seperti Kampoeng Kidz di Kota Batu maupun Warung Jamur Ayu di Tumpang, pengunjung disuguhi hamparan perkebunan, udara segar, dan pemandangan Gunung Semeru yang megah di kejauhan. Bagi keluarga, aktivitas ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi anak-anak.
Bagi pelajar dan mahasiswa, pengalaman ini dapat berfungsi sebagai laboratorium terbuka yang mengajarkan kesabaran dan keberlanjutan. Sementara bagi masyarakat umum, wisata ini menjadi pilihan tepat untuk melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan.
Wisata edukasi petik jamur di Malang menawarkan lebih dari sekadar hiburan. Ia adalah pengalaman utuh yang menyatukan pembelajaran, refleksi hidup, dan kenikmatan kuliner sehat. Dari kumbung hingga meja makan, jamur tidak hanya hadir sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai medium yang mengajarkan kedekatan manusia dengan alam dan nilai keberlanjutan yang melekat di dalamnya. (man/fir)
Editor : M Firman Syah