Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sejarah Rasa Manis dalam Kuliner Jawa, Dari Tanam Paksa hingga Filosofi Keraton

Muhammad Firman Syah • Selasa, 30 September 2025 | 19:10 WIB

 

Gudeg Jogja makanan jawa tengah Rasa manisnya jadi identitas kuliner Jawa yang diwariskan turun-temurun.
Gudeg Jogja makanan jawa tengah Rasa manisnya jadi identitas kuliner Jawa yang diwariskan turun-temurun.

Radar Surabaya - Kuliner Jawa, terutama dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, identik dengan cita rasa manis yang khas. Gudeg Jogja yang legit, selat Solo dengan kuah manis gurih, hingga gethuk goreng Banyumas yang manis legit, menjadi contoh sajian populer yang mencerminkan identitas masyarakat Jawa. Cita rasa ini bukan hadir begitu saja, melainkan terbentuk dari perjalanan panjang sejarah, budaya, dan faktor geografis.

Pada abad ke-19, sistem tanam paksa yang diterapkan pemerintah kolonial memaksa masyarakat menanam komoditas ekspor, salah satunya tebu. Jawa kemudian berkembang menjadi salah satu produsen gula terbesar dunia dengan puluhan pabrik gula berdiri di wilayah Yogyakarta dan Solo. Ketersediaan gula yang melimpah membuat masyarakat terbiasa menambahkan rasa manis dalam hidangan sehari-hari, mulai dari lauk pauk hingga jajanan tradisional.

Lebih dari sekadar rasa, manis juga mengandung makna filosofis. Dalam tradisi keraton, manis dipandang sebagai simbol keharmonisan dan kebahagiaan. Tidak mengherankan jika hidangan manis senantiasa hadir dalam berbagai upacara adat, pernikahan, maupun perayaan besar sebagai lambang doa untuk keberkahan hidup.

Selain itu, faktor geografis turut memperkuat karakter kuliner Jawa. Pulau Jawa, terutama kawasan pesisir, kaya akan pohon kelapa. Dari nira kelapa, masyarakat mengolah gula Jawa yang menjadi bahan utama dalam berbagai masakan tradisional. Gula kelapa tak hanya memberikan rasa manis, tetapi juga menghadirkan warna cokelat keemasan yang khas.

Kombinasi sejarah kolonial, filosofi budaya, dan kekayaan alam inilah yang menjadikan rasa manis lekat dengan identitas kuliner Jawa hingga kini. (mer/fir)

Editor : M Firman Syah
#Selat Solo #gudeg #Keraton #kuliner #kuliner jawa